Tulungagung Kekurangan 347 Guru Olahraga dan PAI di Jenjang SD

Dinas Pendidikan (Disndik) Tulungagung kekurangan guru Olahraga dan Pendidikan Agama Islam (PAI) di jenjang SD.
Dinas Pendidikan (Disndik) Tulungagung kekurangan guru Olahraga dan Pendidikan Agama Islam (PAI) di jenjang SD.(foto: mochammad sholeh sirri)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Di tengah masih mengemukanya isu kesejahteraan tenaga pendidik, Kabupaten Tulungagung ternyata masih menghadapi persoalan kekurangan guru pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung mencatat kebutuhan guru olahraga dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) masih belum terpenuhi.

Baca juga:Pengendara Motor Tewas Tabrakan Adu Banteng dengan Luxio di Rejotangan Tulungagung

Sekretaris Dinas Pendidikan Tulungagung, Deni Susanti, mengatakan pihaknya terus melakukan pendataan terkait kebutuhan guru di seluruh SD. Hasil pendataan menunjukkan masih banyak sekolah yang kekurangan tenaga pendidik untuk mata pelajaran tertentu.

Read More

“Kita juga harus mengetahui bahwa saat ini kebutuhan guru mata pelajaran di SD masih kurang,” kata Deni Susanti, Selasa (23/6/2026).

Menurut Deni, kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya pelayanan pendidikan di sejumlah sekolah dasar. Karena itu, Disdik Tulungagung terus berupaya mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih maksimal.

Berdasarkan data yang dimiliki Disdik, total kekurangan guru mata pelajaran di jenjang SD mencapai 347 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 184 guru olahraga dan 163 guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Kebutuhan guru olahraga SD itu masih kurang 184 orang dan guru PAI juga masih kurang 163 orang. Dua guru itu sering dibutuhkan oleh sekolah-sekolah,” ungkapnya.

Deni menjelaskan, kedua formasi tersebut menjadi kebutuhan utama karena hampir seluruh sekolah dasar memerlukan tenaga pengajar khusus untuk mata pelajaran olahraga maupun pendidikan agama. Kekurangan guru membuat sekolah harus melakukan penyesuaian dalam pelaksanaan pembelajaran.

Baca juga:Ratusan Perusahaan di Tulungagung Tunggak Iuran Jaminan Sosial Pekerja

Akibat keterbatasan tenaga pendidik, sejumlah sekolah terpaksa memaksimalkan guru yang tersedia untuk mengisi kekosongan. Kondisi itu kerap menimbulkan pertanyaan dari wali murid yang menilai layanan pendidikan belum berjalan secara lengkap.

“Wali murid itu terkadang bertanya kok tidak ada guru olahraganya, jadi terkesan belum lengkap, khususnya di SD,” jelasnya.

Disdik Tulungagung saat ini masih menunggu arahan lebih lanjut terkait langkah pemenuhan kebutuhan guru tersebut. Selain mempertimbangkan kebutuhan tenaga pendidik, pemerintah juga harus memperhatikan aspek kesejahteraan guru agar kebijakan yang diambil dapat berjalan seimbang.

“Kami masih terus meminta arahan dari pimpinan, mengingat masalah kesejahteraan guru juga harus diselesaikan,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *