Nganjuk, SEJAHTERA.CO – Program bedah rumah yang digagas oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nganjuk telah tuntas dilaksanakan, dan diresmikan pada Kamis (23/7/2026).
Bedah rumah kali ini menyasar Sojo (66) warga Desa Sugihwaras Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, seorang lansia yang hidup sebatangkara dalam rumah reot.
Program ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara PWI Nganjuk bersama Polres Nganjuk, Pemkab Nganjuk, Baznas Nganjuk, Komunitas Nganjuk Peduli, PLN ULP Nganjuk, PLN UP3 Mojokerto, dan PDAM Trita Wilis Nganjuk.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K. saat ditemu usai peresmian mengatakan, program tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui sinergi berbagai pihak.
“Alhamdulillah, dalam waktu 10 hari rumah ini berhasil diselesaikan dan hari ini dapat kami serahkan kepada Bapak Sojo. Semoga rumah ini menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, dan membawa kebahagiaan bagi keluarga,” ujar AKBP Suria Miftah Irawan.
“Terima kasih kepada PWI Kabupaten Nganjuk, Pemerintah Kabupaten, Baznas, PLN, komunitas, serta seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan program ini. Inilah semangat Hari Bhayangkara ke-80, hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” sambungnya.
Ketua PWI Nganjuk, Bagus Jati Kusumo mengatakan, program ini sengaja dihadirkan sebagai wujud kepedulian semua pihak terhadap masyarakat Kabupaten Nganjuk yang dinilai membutuhkan bantuan.
“Bedah rumah ini sengaja kita laksanakan karena kita melihat Mbah Sojo ini membutuhkan uluran tangan. Saya ucapkan terima kasih kepada Polres Nganjuk, Pemkab Nganjuk, Dinas Perkim, Baznas Nganjuk, Nganjuk Peduli, PLN ULP Nganjuk dan UP3 Mojokerto, dan PDAM Nganjuk,” ujar Bagus.
Bagus berharap, program bedah rumah ini dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima manfaat, sehingga dapat meringankan beban hidupnya selama ini.
Baca Juga :Adu Banteng, Truk Vs Motor di Wates, Pelajar Pindah Alam
Sementara itu Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas terselenggaranya program bedah rumah ini dengan baik.
“Bedah rumah yang diinisiasi PWI sama Pak Kapolres ini betul-betul luar biasa. Saya atas nama Bupati Nganjuk dan Pemkab Nganjuk mengucapkan terima kasih kepada semuanya,” kata bupati.
Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen itu menyoroti pentingnya kolaborasi, seperti yang terjadi pada pelaksanaan program bedah rumah ini.
Menurutnya, kolaborasi semua elemen menjadi hal penting yang harus selalu dilakukan dalam mewujudkan pembangunan daerah Kabupaten Nganjuk.
“Nganjuk memang butuh kolaborasi semuanya. Seperti kegiatan ini, dari PWI kolaborasi dengan Polres dan didukung oleh yang lain-lain, ada dari Baznas, PLN, ada dari PDAM dan pendukung-pendukungnya banyak,” kata Kang Marhaen.
Sementara itu, penerima manfaat, Sojo (66) mengaku tak bisa berkata-kata setelah melihat hasil program bedah rumah yang diberikan kepadanya.
Sojo dengan penuh rasa syukur mengungkapkan bahwa kondisi rumahnya saat ini jauh lebih baik dibanding saat sebelum mendapatkan bantuan beda rumah.
“Aduh saya tidak bisa berkata-kata. Rumahnya bagus sekali, sangat beda dengan kondisi sebelum dibangun dulu. Terima kasih Pak Bupati, Pak Kapolres, PWI dan semuanya,” kata Sojo.
Sebelumnya, selama 20 tahun Sojo hidup dalam sebuah rumah yang nyaris roboh tanpa akses listrik dan air yang memadahi untuk memenuhi kebutuhannya.
Dengan hadirnya program bedah rumah ini, kondisi rumah Sojo yang reot kini telah berdiri kokoh dengan bentuk yang jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
Baca Juga :Nenek Pesepeda di Tulungagung Ditabrak Pemotor, Begini Kondisinya
Tak hanya bangunan rumahnya yang baru, Sojo kini mendapatkan akses air bersih dan listrik berkat kerjasama yang baik dari PDAM Nganjuk dan PLN Nganjuk dalam program bedah rumah ini.
Dalam kegiatan peresmian ini, Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan turut memberikan bantuan sosial berupa paket sembako kepada 50 warga Desa Sugihwaras yang membutuhkan.



















