Viral Dugaan Pungli di SMKN 1 Jombang, Kepala Sekolah: Tidak Ada Iuran Wajib

Viral Dugaan Pungli di SMKN 1 Jombang, Kepala Sekolah: Tidak Ada Iuran Wajib
Tangkapan layar unggahan akun Instagram @brorondm yang memposting dugaan pungutan di SMKN 1 Jombang. (ist)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Sebuah akun Instagram bernama @brorondm memicu perhatian publik usai memposting dugaan pungutan liar di SMKN 1 Jombang.

Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut adanya iuran berupa uang gedung sebesar Rp 1,5 juta dan SPP Rp 100 ribu per bulan.

Unggahan itu langsung viral. Ribuan warganet memberi tanda suka, ratusan komentar bermunculan, bahkan postingan tersebut dibagikan ulang hingga ratusan kali.

Read More

Tak hanya itu, foto tanda terima pembayaran yang disebut sebagai uang gedung juga beredar, meski tanpa kop, stempel, maupun tanda tangan resmi.

Baca Juga :PBB-P2 Kabupaten Kediri Naik 7,29 Persen, Bapenda: Tidak Memberatkan Warga

Dikonfirmasi mengenai isu tersebut, Kepala SMKN 1 Jombang, Abdul Muntolib, membenarkan adanya koordinasi dengan komite sekolah terkait kebutuhan pengembangan fasilitas.

Menurutnya, sekolah memang membutuhkan jogging track, ruang untuk OSIS dan kegiatan ekstrakurikuler, serta perbaikan fasilitas lapangan basket.

“Lapangan basket butuh atap, karena saat anak-anak beraktivitas di bawah panas mereka kepanasan, sementara ketika hujan mereka kehujanan dan khawatir terpeleset,” jelasnya, Kamis (21/8/2025).

Namun, Abdul Muntolib menegaskan pihaknya tidak pernah menetapkan iuran wajib. Ia menyebut lembaran tanda terima yang viral hanyalah bukti sumbangan yang ditulis oleh orang tua siswa, bukan dikeluarkan resmi oleh pihak sekolah.

Baca Juga :Polisi Beberkan Motif Penganiayaan Kekasih Gelap di Blitar, Dipicu Cekcok Saat Hubungan Intim

“Yang menulis juga bukan dari kami, melainkan dari orang tua. Komite hanya membubuhkan tanda tangan sebagai bukti. Kami tidak pernah mematok sekian, melainkan sesuai kebutuhan sekolah.

Dari wali murid banyak yang menyuarakan angka tertentu, tetapi realisasinya tidak harus sama, bisa disesuaikan,” tandasnya.

Kasus ini masih menjadi sorotan masyarakat, terutama karena menyangkut transparansi pengelolaan dana di sekolah negeri. Hingga kini, unggahan tentang dugaan pungli tersebut terus menuai beragam reaksi di media sosial.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *