Warga Pojokrejo Rayakan Cinta Lingkungan, Sungai dan Doa: Dari Tumpeng ke Tebar Lele

Warga Pojokrejo Rayakan Cinta Lingkungan, Sungai dan Doa: Dari Tumpeng ke Tebar Lele
Warga Pojokrejo dan Komunitas Ngopi Bareng, menebar bibit ikan lele di sungai desa.(sejahtera.co)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Minggu pagi yang sejuk di Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, tampak berbeda dari biasanya. Di tepi sungai yang membelah perkampungan, warga berbondong-bondong datang membawa cangkul, jaring, dan semangat gotong royong. Tak sekadar bersih-bersih, pagi itu mereka punya satu tujuan bersama: merayakan Hari Sungai Nasional dengan aksi nyata.

Baca Juga :Pemkab Kediri Atur Penggunaan Sound Horeg di Pawai HUT RI, Wajib Izin 14 Hari Sebelumnya

Di bawah langit cerah yang ramah, kegiatan dimulai dengan doa bersama dan tumpengan. Anak-anak, pemuda, hingga orang tua duduk bersila di atas tikar, menyantap hidangan hasil gotong royong. Di tengah tawa dan canda, terselip satu niat mulia—menghidupkan kembali sungai sebagai ruang kehidupan yang bersih dan lestari.

Read More

Usai makan bersama, warga mulai menyusuri aliran sungai. Sebagian memunguti sampah plastik yang tersangkut di antara rumput liar, sebagian lain menebarkan ribuan bibit ikan lele ke dalam air. Dari balik semak-semak, suara riuh anak-anak menggema, memanggil teman-temannya agar ikut menebar ikan. Bagi mereka, sungai bukan hanya tempat bermain, tapi juga warisan yang harus dijaga.

Ari Hakim, penggiat lingkungan dari Komunitas Ngopi Bareng, menjadi salah satu penggerak utama kegiatan ini. “Kita ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap sungai. Ini bukan pekerjaan sehari, tapi kesadaran jangka panjang,” ujarnya sambil menggulung celana hingga lutut.

Baginya, menjaga sungai bukan hanya soal estetika, tapi juga soal ekosistem. Sungai yang sehat adalah sungai yang bisa bernapas—penuh kehidupan, tanpa sampah yang mencekik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Komunitas Ngopi Bareng yang baru mulai digalakkan tahun ini. Menurut Kepala Desa Pojokrejo, Nursan, kegiatan seperti ini menyatukan banyak elemen warga. Selain bersih-bersih, ada juga istighosah dan diskusi ringan seputar peran masyarakat menjaga lingkungan.

“Anak-anak juga kita ajak, supaya sejak dini mereka paham pentingnya menjaga sungai. Penebaran ikan lele ini harapannya bisa menjaga keseimbangan ekosistem,” kata Nursan.

Di tengah suara gemercik air dan aroma lumpur yang akrab, semangat kolektif tumbuh. Aksi sederhana ini tidak hanya menyisakan sungai yang lebih bersih, tapi juga rasa kebersamaan yang dalam. Sebuah pengingat bahwa menjaga alam adalah urusan bersama, dimulai dari hal kecil, di kampung sendiri.

Hari Sungai Nasional di Pojokrejo mungkin tak disorot kamera televisi nasional. Tapi di hati mereka yang terlibat, aksi ini adalah berita besar—tentang harapan, kepedulian, dan janji sunyi untuk bumi yang lebih lestari.(*)

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *