WWI Blitar, Komunitas Pegiat Peduli Kelestarian Ikan Sungai Tawar, Gencar Lepasliarkan Bibit, Lokasi Harus Dirahasiakan

WWI Blitar, Komunitas Pegiat Peduli Kelestarian Ikan Sungai Tawar, Gencar Lepasliarkan Bibit, Lokasi Harus Dirahasiakan

Blitar, SEJAHTERA.CO – Komitmen Wild Water Indonesia (WWI) Blitar terhadap kelestarian ikan di sungai tak setengah-setengah. Komunitas peduli lingkungan ini aktif turun sosialisasi dan melepas ikan ke sungai tawar.

“Demi lingkungan”. Kata itu yang kerap diucapkan Deny Master penggerak atau pionir WWI Blitar. Kerja kerasnya dalam menjaga lingkungan luar biasa. Bersama para pecinta lingkungan di sungai gencar turun ke lapangan.

Bukan hanya sosialisasi bahaya penggunaan racun atau bom ikan, tetapi juga melepas ikan ke sungai. “Giat melepas ikan sudah banyak tak terhitung. Bukan hanya musim kemarau, musim hujan kami juga lepas ikan ke sungai,” kata Deny Master.

Read More

Pria kelahiran 40 tahun silam ini pun memaparkan awal mula berdirinya WWI Blitar. Diawali 2015 tahun lalu, puluhan kawula muda trenyuh ketika melihat banyak ikan yang terancam punah.

Utamanya di sungai di kampung-kampung yang tersebar di wilayah Blitar Raya. “Agar tak punah ya harus rutin melepas ikan. Harapannya agar bisa berkembang biak,” katanya.

Dia menjelaskan pelepasan ikan lokal di sejumlah sungai Kota Blitar bertujuan untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Kegiatan ini rutin dilakukan. Ada   kurang lebih 250 ekor ikan Wader Pari dan Wader cakul.

Dua jenis ikan ini dipilih karena karena wader pari maupun wader cakul merupakan ikan lokal yang berasal dari perairan Jawa. “Sungai yang menjadi sasaran pelepasan ikan berbeda-beda. Karena jumlah sungai juga banyak,” katanya.

Deny menambahkan, selain menebar bibit ikan lokal, WWI Blitar juga aktif  sosialisasi melalui himbauan dalam bentuk sepanduk dan banner. Ini sosialisasi terkait larangan penggunaan bahan peledak, setrum, racun untuk menangkap ikan.

Sebab, tindakan itu dapat merusak ekosistem sungai sesuai UU RI No. 31 Tahun 2004 tentang perikanan.

“Upaya ini konsisten kali lakukan agar populasi ikan lokal di Jawa masih bertahan, apa lagi sekarang marak para pemburu ikan yang menggunakan setrum, racun dan lainnya” kata Deny.

Dia ini menambahkan, bibit ikan yang dilepas itu berasal dari pembibitan. Ada pula hasil pembelian. Sementara uang untuk membeli bibit patungan alias dari uang pribadi.

Untuk sungai yang menjadi  pelepasan ikan kerap dirahasiakan. Harapannya jangan sampai diserbu warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, Dewi Masitoh memberikan respons yang positif untuk WWI Blitar. Dewi menilai peran WWI dalam menjaga ekosistem lingkungan khususnya sungai sangat membantu menjaga hewani.

Reporter: Abdul Aziz Wahyudi

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *