Kediri, SEJAHTERA.CO – Keberadaan Bandara Dhoho Kediri dinilai sangat strategis karena banyak berdekatan dengan wilayah kabupaten/kota yang bertetangga dengan Kabupaten Kediri.
Warga di wilayah Mataraman (sebanyak 15 kabupaten dan kota) kini bisa memfungsikan bandara untuk kepentingan bisnis dan keperluan lainnya.
Terkait hal ini Pj Gubernur Jawa Timur menyampaikan surat edaran kepada 15 bupati /wali kota yang ada di wilayah Mataraman untuk meminta warga dan pejabatnya jika bepergian untuk menggunakan dan memfungsikan Bandara Dhoho Kediri.
Bupati Kediri melalui Dr Ir Mohamad Solehudin, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kediri membenarkan adanya SE dari Pj Gubernur Jatim tersebut.
Sasaran SE kepada 15 kabupaten/kota, utamanya ke bupati dan walikota untuk memfungsikan Bandara Dhoho untuk bepergian.
Sebanyak 15 wilayah di Mataraman tersebut, di antaranya Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Tulungagung.
Kemudian Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Jombang.
Sementara untuk kota, yaitu Kota Kediri, Kota Blitar dan Kota Madiun, “Ini wilayah terdekat ke Bandara Dhoho Kediri dan memudahkan warga bertransportasi secara cepat,” jelasnya.
Solehudin menambahkan, adanya SE dari Pj Gubernur Jatim tentu akan menambah jumlah volume penumpang untuk penerbangan sesuai tujuan yang telah dijadwalkan bandara.
Bisa dipastikan penumpang dalam setiap bulannya akan meningkat jumlahnya. Sekalipun masih satu maskapai dengan dua kali seminggu penerbangan.
Namun pada perkembanganya banyak maskapai yang akan membuka rute ke Bandara Dhoho Kediri dengan kota lain di Indonesia.
“Kami optimis Bandara Dhoho Kediri akan semakin ramai penumpang. Bahkan untuk selama musim lebaran hingga saat ini jumlah penumpang yang naik dan turun di Bandara Dhoho Kediri lebih 2.000 penumpang,” imbuhnya.
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Gimo Hadiwibowo



















