Dia mengatakan petaka berawal ketika dirinya mengendarai pikap muatan pipa. Mobil berkapasitas 1.500 cc itu melaju dari arah timu ke barat.
Nah saat melintas di lokasi kejadian atau di perlintasan KA tanpa palang pintu kendaraan mesinnya mati. “Saya panik karena mati mendadak,” katanya.
Nah saat panik dari arah barat melintas kereta api singasari relasi Jakarta Blitar di KM 130/4. Karena kaget, spontan pengemudi dan penumpang meloncat dari kendaraan dan akhirnya terjadi benturan.
Mobil pun mencelat dan hancur ringsek bagian bak belakang. Warga yang mengetahui kejadian langsung memberikan pertolongan. Polisi pun datang.
Hingga saat ini bangkai pikap masih berada di lokasi kejadian. Akibat kecelakaan itu, pengemudi pikap merugi hingga Rp 50 juta. (ziz)



















