Dalam menjual produknya, Supriati biasanya memasarkan melalui online dan offline. Bahkan sambel pecel buatannya sudah dipasarkan diberbagai daerah, seperti Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan hingga sekitaran pulau Sulawesi. Dirinya juga mengklaim rasa sambal pecel buatannya cocok di lidah masyarakat Indonesia.
“Kustomer saya ini sudah repeat order, konsumen baru ya beberapa saja. Jadi kalau penjualan tetap, ya tidak masalah saat ini untung sedikit,” katanya.
Untuk diketahui, musim kemarau yang berkepanjangan, membuat pasokan cabai rawit dari petani berkurang. Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab utama kenaikan harga cabai di Kabupaten Ponorogo. Bahkan kenaikan cabai sudah terjadi sejak sepekan terakhir, dimana kenaikannya nyaris 100 persen dari harga semula.
“Dulu Rp 45 ribu perkilogram sekarang Rp 70 ribu perkilogramnya,” terang Suprihatin, pedagang pasar Legi Ponorogo.
Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor



















