Ketua RT: Suami Cemburuan dan Pendiam

Ketua RT: Suami Cemburuan dan Pendiam

Setiap hari korban jualan toko kelontong atau barang-barang kebutuhan sehari-hari. Sementara SN lebih banyak berdiam diri di rumah.

Suami istri itu dikaruniai tiga anak, dua perempuan dan satu pria. Tiga anaknya sudah tak tinggal di rumah.

Menurut keterangan tetangga tak ada tanda-tanda keributan sebelum kejadian. “Tidak ada yang dengar cek cok. Kan selama ini suaminya juga pendiam,” katanya.

Read More

Masih menurut penuturan tetangga, si suami temperamental dan pencemburu. Sikap suami itu kerap dicurhatkan ke tetangga.

“Katanya begitu, cemburuan. Bahkan kalau keluar rumah, harusĀ  izin dulu pokoknya,” katanya lagi.

Pascakejadian, warga tetap beraktivitas biasanya. Bahkan usai divisum, korban dimakamkan di pemakaman desa setempat.

Itu setelah disemayamkan di rumah saudara tak jauh dari tempat kejadian perkara. Pasalnya rumah TKP masih digaris polisi dan dalam proses penyelidikan.(ziz)

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *