Dua Mayat Membusuk di Rumah Penampungan Anjing di Blitar, Diduga Korban Pembunuhan

Dua Mayat Membusuk di Rumah Penampungan Anjing di Blitar, Diduga Korban Pembunuhan

Ragil adalah majikan yang mengelola tempat penampungan anjing atau shelter. Sementara identitas perempuan satunya adalah Lucian Santoso perempuan berusia 53 tahun. Dia adalah pembantu yang ikut mengurusi sedikitnya 40 anjing,” katanya.

Danang menjelaskan hasil penyelidikan sementara,  tempat kejadian  merupakan selter anjing dan kucing. Penampungan milik Ragil. Untuk izin penampungan menurut Danang masih ditelusuri.

Polisi mengakui lokasi  selalu dalam keadaan tertutup dari aktifitas masyarakat sekitar. Pagar selalu dikunci gembok oleh korban. “Selain dua korban ada orang lain yang bekerja. Adalah AF,” katanya.

Read More

Di lokasi, lanjutnya, ada sejumlah barang yang hilang. Di antaranya tempat perekam kamera pengawas atau DVR. Selain itu empat ponsel korban tak jelas jluntrungnya.

Di lokasi kejadian polisi menemukan sejumlah barang bukti. Di antaranya golok. Golok ini belum diketahui apakah hanya keperluan sehari-hari atau untuk tindakan lain.

Selain itu, lanjut Danang, ada sejumlah fakta yang berhasil diungkap. Di antaranya rumah dalam keadaan terkunci dari dalam, lampu rumah padam. Panjang pintu  lima meter.

Posisi mayat yang tergeletak di depan teras dengan posisi tengkurap dan kepala di sebelah barat dalam keadaan membusuk. Selain itu  mayat satunya  berada di dalam ruang dapur  yang telah membusuk dengan posisi tengkurap kepala menghadap ke sebelah timur dan pintu dapur tertutup.

Golok yang berukuran 50 sentimeter ditemukan  berada di depan pintu dapur. DVR yang hilang berada di dalam kamar tidur dirusak dan diambil DVR nya.

Semtarta itu polisi terus menyelidiki kasus penemuan dua perempuan membusuk di tempat penampungan anjing di Jalan Sulawesi Kota Blitar. Diindikasikan keduanya adalah korban pembunuhan, bahkan kabarmya polisi sudah menangkap terduga pelaku.

Tengara jika Erlin (47) dan pembantunya korban pembunuhan menelisik kondisi tubuh. Kali pertama ditemukan ada luka di bagian kepala. Selain itu, di lokasi ada ceceran darah di lantai.

“Ya sepertinya begitu (pembunuhan,red). Karena ada bercak darah,” kata salah satu warga setempat.

Dia mengatakan selama berada di kampung, Erlin dan pembantunya adalah pribadi tertutup. Jarang komunikasi dengan warga atau tetangga. Erlin sendiri adalah pendatang.

Selama ini di dalam lokasi juga ada bersliweran pembantu dan gonta-ganti. “Iya dia pendatang dan memang jarang berkumpul tetangga,” kata Haris Sugito, Ketua RT 03.

Sebelumnya Warga Kelurahan Karangtengah, Kecamatan  Sananwetan, Kota Blitar geger. Pasalnya dua perempuan ditemukan tewas membusuk di dalam rumah yang selama ini digunakan penampungan anjing.(ziz)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *