Data yang menitipkan yang mengetahui adalah Ragil yang sudah meninggal. “Ini yang menjadi permasalahannya. Makanya kami minta penitip juga proaktif. Karena juga untuk kelangsungan hewan peliharaan,” katanya.
Sampai saat ini, sejak dua korban yang setiap hari ngopeni anjing meninggal, puluhan anjing ditangani warga. Sementara yang bisa ditangani adalah memberi makan dari stok atau persediaan di tempat penampungan. Pantauan koran ini, ada setidaknya 40 anjing berbagai ras yang ada di penampungan. Tak hanya anjing, ada juga kucing dan monyet.
Seperti diketahui polisi berhasil mengungkap kasus penemuan dua mayat membusuk d tempat penampungan anjing di Jalan Sulawesi Kota Blitar. Ragil Sukarno Utomo dan Luciani Santoso tewas dibunuh pembantu atau karyawannya.
AF, tersangka pembunuhan mengaku membunuh lantaran sakit hati gaji tak sesuai dan sempat dilarang salat Jumat. Atas perbuatannya, polisi menjerat dengan pasal pembunuhan berencana ancaman hukuman mati. (ziz)


















