Motif Penganiayaan Santri Ponpes Mojo, Karena Tidak Salat Berjamaah

Motif Penganiayaan Santri Ponpes Mojo, Karena Tidak Salat Berjamaah

Akhirnya, Jumat (22/2/2024) sekitar pukul 03.00 WIB, pelaku AF yang merupakan sepupu korban dibangunkan karena kondisi Bintang tambah pucat. Bintang akhirnya dibawa menuju rumah sakit, tetapi korban ternyata meninggal dunia di rumah sakit.

Mengetahui Bintang meninggal dunia di Rumah Sakit Arga Husada Ngadiluwih, AF kembali ke pondok. Dia melaporkan ke pengasuh PPTQ Al-Hanifiyyah Desa Kranding Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Gus Fatih.

“Jenazahnya dibawa ke pondok, lalu dimandikan dan dikafani dan dibawa ke Banyuwangi usai salat jumatan. Saat sampai di sana heboh dan dilaporkan ke polisi,” paparnya.

Read More

Pada saat di Banyuwangi, kata Rini, AF sempat ditanya oleh ibu korban dan dia berbicara apa adanya. Dia mengaku telah memukuli sepupunya tersebut. Ketika dirinya mendampingi, pelaku berkata apa adanya dan tidak bilang korban terpeleset.

“Saya tidak tau kalau dia beralibi terpelset. Tapi pada saat bersama saya di BAP itu, dia mengakui memukul,” bebernya.

Rini menuturkan, para pelaku merasa menyesal telah menganiaya korban dan merasa kebingungan. Bahkan, salah satu pelaku AK merasa terkejut karena dia yang pertama kali memulai pemukulan terhadap korban dan tidak menduga korban sampai meninggal dunia.

“Kemarin saya tanya, ini gimana kok sampai kejadian seperti ini. Sekarang kalian gimana, mereka menyesal dan merasa bersalah dan sangat terpukul. Saat ngobrol sama saya, mereka diam dan menunduk. Salah satunya itu malah sulit untuk berkata-kata, karena dia yang memulai itu,” imbuhnya.

Sebagai pengacara yang ditunjuk, Rini berjanji akan berusaha mendampingi para pelaku dengan sebaik-baiknya, agar hak-hak mereka sebagai anak yang bermasalah dengan hukum bisa terpenuhi. Di antaranya, mendampingi sejak dari proses penyidikan di Polres Kediri Kota.

Dia juga ingin agar proses hukum keempat pelaku bisa berjalan transparan.

“Kita inginnya apa adanya. Benar-benar transparan. Kemudian anak-anak juga hak-haknya terpenuh. Mudah mudah nanti ada jalan,” pungkasnya.

Reporter: Rizky Rusdiyanto

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *