Santri Ponpes Mojo Tewas, Bupati Kediri Sampaikan Duka

Santri Ponpes Mojo Tewas, Bupati Kediri Sampaikan Duka

“Kami akan terus mengawal keadilan atas peristiwa ini,” tambahnya.

Mas Dhito menyebut, Pemerintah Kabupaten Kediri dalam waktu dekat akan bekerja sama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) baik tingkat Kabupaten maupun provinsi.

Hal itu sebagai upaya pemerintah daerah untuk mengantisipasi adanya penyimpangan terhadap berbagai gangguan norma dan nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, terutama di lingkungan pondok pesantren.

Read More

“Ke depan, untuk mencegah hal serupa terulang kembali, Pemerintah Kabupaten Kediri akan bekerja sama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah untuk mensosialisasikan anti kekerasan hingga bullying terhadap santri di lingkup pondok pesantren,” tuturnya.

Sebelumnya Kapolres  Kediri Kota, AKBP Bramastyo Priaji mengaku, telah mengamankan empat santri yang menjadi tersangka atas kasus penganiayaan. Empat santri itu berinisial MN (18 tahun), asal Sidoarjo; MA (18), asal Kabupaten Nganjuk; AF (16), asal Denpasar, Bali; dan AK (17), asal Surabaya.

Meski demikian, kasusnya telah dilaporkan ke Polresta Banyuwangi, AKBP Bramastyo tetap menindaklanjuti dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Kediri dan meminta keterangan sejumlah saksi.

“Saat ini sedang dalam proses pemeriksaan saksi-saksi, bekerja sama dengan Polresta Banyuwangi,” pungkasnya.(diy)

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *