Dalam kegiatan itu, petugas melakukan pemeriksaan kondisi kendaraan. Mulai dari pengecekan mesin, lampu, spion, alur ban, pengereman hingga sistem kemudi. Selain itu juga pengecekan soal sarana penunjang keselamatan seperti P3K, APAR, alat pecah kaca jika terjadi emergency serta administrasi kendaraan.
“Sedangkan untuk pengemudi meliputi kesehatan, tidak sedang dalam pengaruh Miras atau Narkoba dan obat-obatan terlarang. Memiliki SIM sesuai dengan kendaraan serta pemahaman tentang tertib berlalu lintas,” ujarnya.
Selain inspeksi itu, petugas juga melakukan langkah preemtif dan preventif lainnya. Diantaranya adalah berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat untuk melakukan pengecekan kendaraan pariwisata di Terminal Surodakan yang akan digunakan para siswa dalam kegiatan study tour. Penekanan serupa juga disampaikan kepada perusahaan otobus.
“Karena keselamatan adalah yang utama. Kita berupaya semaksimal mungkin agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya
Reporter: Angga Prasetya
Editor: Dhita Septiadarma



















