“Kabupaten Tulungagung konsisten berada di lima besar wilayah dengan tingkat kecelakaan tertinggi setiap tahun,” jelasnya.
Menurut Gerry, faktor utama penyebab kecelakaan adalah kelalaian pengendara. Beberapa di antaranya seperti kurang konsentrasi, tidak mematuhi rambu lalu lintas, serta tidak mengurangi kecepatan saat melintas di persimpangan.
Selain itu, peningkatan kasus juga terjadi pasca Lebaran Idulfitri 2026, yang diduga dipengaruhi berkurangnya intensitas pengawasan di lapangan.
Di sisi lain, kondisi infrastruktur jalan yang semakin baik turut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kecelakaan.
Baca juga:KPK Dalami Kasus Pemerasan di Tulungagung, Buka Peluang Pengembangan Gratifikasi
“Perbaikan jalan justru memicu pengendara untuk melaju lebih cepat, sehingga meningkatkan potensi kecelakaan,” pungkasnya.



















