6 Pelajar Tenggelam di Pantai Serit, Humas Polres Blitar: Kerahkan Basarnas dan BPBD

6 Pelajar Tenggelam di Pantai Serit, Humas Polres Blitar: Kerahkan Basarnas dan BPBD
sejumlah petugas meminta keterangan para korban selamat dan lokasi Pantai Serit yang menjadi petaka maut. (istimewa)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Akhir pekan menyalakan api unggun yang dilakukan para pelajar di Pantai Serit, di Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar berakhir duka.

Baca Juga :KPU Ponorogo Tetapkan Sugiri-Lisdyarita dan Ipong-Segoro Luhur sebagai Peserta Pilbup

Enam pelajar terseret arus, 1 di antaranya hingga kini belum diketahui keberadaannya alias amblas ditelan keganasan ombak Pantai Selatan.

Read More

Petaka terjadi pada Minggu (22/9/2024) pagi sekitar pukul 06.30. Lokasi kejadian di Pantai Serit yag terletak di Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo. Pantai yang terhubung langsung dengan Australia itu selama ini menjadi magnet para milenial untuk berakhir pekan. Bahkan tak sedikit yang bermalam dengan mendirikan tenda.

“Iya, ada enam yang menjadi korban. Lima akhirnya selamat, sementara satu korban hingga kini masih dilakukan pencarian,” kata Kepala Seksi Humas Polres Blitar, Ipda Putut Siswahyudi.

Dia mengatakan, enam pelajar SMA yang menjadi korban adalah Man Gala Sivali (18) warga Desa Gembongan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Man Gala masih belum ditemukan. Petugas masih melakukan pencarian melibatkan sejumlah pihak.

Baca Juga :Ringkus Dua Warga Jongbiru Kediri dengan Ratusan Butir Pil Dobel L

Sementara lima korban yang sempat terseret arus tetapi untungnya selamat adalah Lingga Disavon (18) warga Dusun Sumbersari, Desa Udanawu, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Bagus Firansah (18) warga Desa Gembongan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Oktaviani (18) warga Desa Cangkring, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Ikbal Nanda Galang (18) warga Dusu Karanganyar, Desa Gembongan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Dan terakhir Fadil Bagus (18) warga Dusun Tegalrejo, Desa Gembongan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Putut menjelaskan, kronologi kemah berakhir petaka berawal Ketika para korban sekitar pada Minggu dini hari (03.00) para korban berangkat dari Udanawu. Para pelajar itu naik sepeda motor piknik akhir pekan dengan menjadikan Pantai untuk santai.

Tak lupa membawa serta kayu untuk menghangatkan badan seraya menikmati sunrise atau momen matahari terbit.

Baca Juga :Warga Geruduk Ponpes di Trenggalek, Gak Nyangka Ternyata ini Masalahnya

“Naik motor ada yang berboncengan dan tujuannya di Pantai Selatan atau di Pantai Serit,” tambahnya.

Setelah menempuh perjalan hampir 1 jam lebih, rombongan sampai di Pantai. Motor pun dititipkan di sekitar Pantai. Karena masih dalam suasana gelap, para pelajar itu menyalakan api unggun yang telah disiapkan sebelumnya.

Lokasi pembakaran kayu itu hanya berjarak beberapa meter dari Pantai. Untuk menghangatkan badan juga membeli kopi di warung tak jauh dari pantai. “Sempat membeli kopi. Biasa kan anak muda, seraya menunggu momen matahari terbit,” katanya.

Baca Juga :Jelang Masa Kampanye, Pedagang di CFD Tulungagung Dilarang Pakai Atribut Salah Satu Paslon, ini Sanksinya Jika Melanggar!

Karena matahari belum terbit, Lingga Disavon dan Man Gala Sivali memutuskan untuk mandi di laut. Keduanya pun copot baju. Awalnya tampak aman saja tapi selama ini pantai laut Selatan terkenal dengan keganasan ombaknya.

Karena tak dibatasi dengan teluk. Benar saja, terlalu asyik mandi, keduanya pun tenggelam dan terbawa arus bawah laut yang deras. “Awalnya hanya dua yang mandi,” jelasnya.

Mengetahui keduanya tenggelam dan teriak minta tolong terbawa arus, keempat temannya yang berada di bibir pantai spontan menolong. Tetapi rekannya sempat terbawa arus. Setelah berjuang keras, Lingga Disavon berhasil diselamatkan.

Baca Juga :Gelar Konsolidasi Pemenangan Paslon Maidi-Panuntun, PSI Targetkan Kemenangan 55-60 Persen

Sementara Man Gala Sivali tak bisa diselamatkan terseret ombak dan belum ditemukan hingga kini.
Rekannya yang selamat pun spontan meminta pertolongan kepada Budiono yang juga pengelola atau penjaga pantai. Budiono menggunakkan pelampung. Sayang, meski sudah berusaha sekuat tenaga Man Gala tak bisa diselamatkan.

“Ada juga nelayan yang kebetulan melaut yakni Padi dan Nardi. Sempat berusaha menolong. Tetapi saat itu arus deras dan ombak besar dan kondisi air sedang pasang, perahu tak bisa mendekat,” tambahnya.

Tak membuahkan hasil, akhirnya nelayan dan warga melaporkan kejadian ke kantor polisi dan diteruskan ke Basarnas di Trenggalek. Selain itu juga koordinasi dengan BPBD Kabupaten Blitar dan Petugas Keamanan Laut Terpadu atau Kamladu di Pantai Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto.

Baca Juga :Jalin Silaturahmi Lewat Khutbah Jumat dan Tekankan Pentingnya Kerukunan di Tahun Politik

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih menyisir Lokasi maut. Tetapi keberadaan 1 pelajar belum ditemukan.

“Masih dilakukan pencarian,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *