Harga Cabai Rawit di Kabupaten Jombang Rp 80 Ribu, Kuliner Pedas Harus Bersiasat

Harga Cabai Rawit di Kabupaten Jombang Rp 80 Ribu, Kuliner Pedas Harus Bersiasat

Jombang, SEJAHTERA.CO – Naiknya harga bahan pokok jelang perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 di Kabupaten Jombang, utamanya cabai, hampir selalu terjadi.

Kondisi ini membuat pelaku usaha kuliner pedas di Jombang, melakukan sejumlah strategi. Seperti yang dilakukan Ali (33). Pelaku usaha makanan pedas cepat saji di kecamatan Jombang ini terpaksa mengurangi takaran cabai.

“Gimana caranya supaya harga tetap terjangkau, omzet aman,” katanya, Senin (11/12/2023).

Read More

Dengan kenaikan cabai sebagai bahan utama masakan pedas, ia harus pandai mensiasati takaran.

“Penikmat ayam sambal geprek banyak tapi kita harus pintar-pintar mensiasati bumbu pedasnya seperti mengurangi takarannya. Untuk omzetnya bisa naik dan bisa turun,” tandasnya.

Terpisah, Hamzah (38) pedagang sayur di pasar tradisional Peterongan mengatakan sekarang ini untuk cabai rawit kecil sudah diangka Rp 80 ribu perkilogram.

“Kenaikan Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu rupiah ini terjadi beberapa hari sebelumnya yang semula cabai rawit kecil antara Rp 70 ribu dan naik Rp 75 ribu seminggu kemarin, kini perkilogramnya sudah Rp 80 ribu. Sedangkan, cabai besar sebelumnya Rp 77 ribu sudah naik Rp 79 ribu per kilogramnya,” ucap Hamzah.

Sementara itu, dirinya juga mengungkapkan bahwa komoditas bumbu dapur lain juga ikut naik, dan tidak hanya cabai saja. Sekarang ini, untuk bawang merah dan putih, termasuk bumbu sambal seperti tomat maupun jahe serta kunyit juga ikut naik.

Bahkan pedagang asal Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan ini jika menjual ke pembeli seperti bawang putih dihargai Rp 26 ribu, sedangkan untuk bawang merah yang sebelumnya Rp 20 ribu kini sudah mencapai Rp 25 ribu perkilogram.

“Untuk jahe sekilo sudah Rp 28 ribu, dan harga kunyit perkilogramnya Rp 10 ribu. Sedangkan tomat sekarang  Rp 9 ribu rupiah, serta sayur-sayuran rata-rata juga naik Rp 500 rupiah hingga seribuan,” jelasnya.

Hamzah menyebutkan, kenaikan harga komoditas pokok masyarakat seperti bumbu pedas ini diduga karena faktor cuaca karena sudah masuk musim hujan sehingga kemungkinan ada yang gagal panen.

sedangkan kenaikkan harga ini juga berdampak kepada konsumen, sehingga kebanyakan lebih mengurangi bahan.

“Biasanya untuk cabai yang biasanya beli cabai 2 kilogram sekarang lebih memilih membeli 1 kilo dahulu. Dan barang lainnya juga sama seperti bawang brambang lebih laku seperempat dan setengah kilogram dibandingkan membeli 1 kilo,” paparnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *