Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Sekretaris Jenderal (Sekjend) Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) Anwar Sanusi, menyebut bahwa generasi milenial atau Gen Z menjadi penyumbang terbanyak angka pengangguran secara nasional saat ini.
Hal tersebut disampaikan Anwar Sanusi saat membuka Job Fair 2023 di Ponorogo. Menurutnya angka pengangguran pada bulan Agustus menyentuh diangka 5,32 persen atau sekitar 7,7 juta jiwa.
Dari data BPS menyebutkan bahwa jika 7,7 juta jiwa tersebut 19,40 persen diantaranya merupakan kelompok umur 15 – 24 atau biasa disebut Gen Z.
“Memang masih menjadi penyumbang terbanyak pengangguran terbuka kelompok Gen Z,” ungkap Anwar Sanusi, Kamis (16/11/2023).
Anwar mengatakan tingginya angka tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor. Pertama yakni, seorang Gen Z belum bekerja karena masih hidup bersama orang tuanya. Sehingga belum memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
“Ini kalau dulu biasa disebut pengangguran tersembunyi,” jelas Anwar.
Faktor kedua yakni, para Gen Z tidak mau bekerja lantaran tidak sesuai dengan keinginan dan karakternya. Anwar mengatakan kebanyakan Gen Z terlalu memilih- milih pekerjaan yang harus sesuai dengan kategorinya, baik dari penghasilan maupun jobdesk pekerjaannya.
“Ini yang kami khawatirkan, sebenarnya lowongan pekerjaan banyak tapi jika tidak sesuai dengan ekspektasi dianggap terlalu rendah,” imbuh Anwar.
Padahal, jika ingin mendapatkan pekerjaan sesuai dengan ekspektasi, tentu harus dibarengi dengan soft skill dan hard skill. Dimana keduanya bisa didapatkan melalui pengalaman serta keterampilan.
“Jadi jika perusahaan kriterianya pemasaran maka harus memiliki skill tentang digital marketing,” tandasnya.
Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor



















