Wujudkan Nol Persen Stunting di Kota Batu, Menuju Indonesia Emas 2045

Wujudkan Nol Persen Stunting di Kota Batu, Menuju Indonesia Emas 2045
Pj Walikota Batu, Aries Agung Paewai turun langsung memantau penyaluran bantuan pangan. (arief/sejahtera.co)

Batu, SEJAHTERA.CO – Pengentasan stunting jadi perhatian utama Pemkot Batu menuju Indonesia Emas Tahun 2045. Berbagai upaya untuk mewujudkan hal itu terus dilakukan. Salah satunya dengan melakukan penyaluran bantuan pangan.

Baca Juga :Hasil Melimpah, Petani Tembakau di Ponorogo Sumringah Raup Untung jingga Rp 25 Miliar

Jenis bantuan pangan yang diserahkan untuk masyarakat itu berupa satu ekor ayam dan 10 butir telur. Penyaluran bantuan pangan itu dimulai dari Kecamatan Bumiaji. Total ada sebanyak 420 penerima manfaat di kecamatan itu yang akan mendapatkan bantuan.

Read More

Dari 420 penerima manfaat itu, proses penyalurannya dilakukan secara bertahap selama beberapa hari di Kantor Pos KPC Bumiaji, Desa Punten Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

Untuk memastikan proses pendistribusian bantuan pangan itu tepat sasaran, Pj Walikota Batu, Aries Agung Paewai turun langsung memantau. Terlebih penurunan angka stunting di Kota Batu telah menjadi komitmennya.

Baca Juga :Kejari Jombang Geledah Kantor BPR UMKM Jatim dan PD Panglungan Wonosalam, Dalami Kasus Kredit Bergulir Rp 1,5 M

“Bantuan pangan ini guna mencegah dan mengatasi stunting pada anak. Kami akan terus berkomitmen untuk menurunkan angka stunting di Kota Batu, guna mewujudkan generasi emas Tahun 2045,” tutur Aries, Selasa (9/10/2024).

Melalui penyaluran bantuan pangan ini, pihaknya sangat optimistis bisa menekan angka stunting di Kota Batu dengan maksimal.

Selain memantau langsung penyaluran bantuan pangan, Pj Walikota Batu juga kembali memantau pelayanan kesehatan di sejumlah Posyandu.

Baca Juga :Jalur Sepeda Tak Lagi Menggoda, ini Langkah Pemkab Trenggalek

Dia mendampingi langsung kegiatan imunisasi bayi, memberi PMT (makanan tambahan) hingga mengukur tinggi dan berat badan anak.

“Semoga dengan adanya kegiatan Posyandu rutin seperti ini angka stunting di Kota Batu dapat terus turun, bahkan sampai di angka nol persen,” harapnya.

Pemberian layanan kesehatan itu dilakukan dengan target utama balita usia 0-59 bulan, yang menjadi prioritas dalam menurunkan angka stunting, serta menjadi syarat agar anak sehat dan punya tumbuh kembang baik.

Baca Juga :Kakak – adik Pencuri Pompa Air Irigasi Lintas Kecamatan Digulung Polres Nganjuk

Selain menyasar balita, pemberian layanan kesehatan di Posyandu juga menyasar lansia. Para lansia dapat memeriksakan kesehatannya seperti cek kolesterol, cek gula darah, cek kesehatan tulang dan lainnya.

Selain mendampingi kegiatan di Posyandu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim ini juga membagikan telur dan snack untuk masyarakat yang tengah menjalani pemeriksaan kesehatan.

Dia berharap, kegiatan seperti ini dapat menjadi solusi kesehatan masyarakat yang sehat dan berdaya guna.

“Dalam setiap kunjungan tentunya kami ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan masyarakat berjalan dengan baik,” katanya.

Baca Juga :Kandang Berisi Pakan Ternak di Desa Pakisaji Tulungagung Terbakar, Kerugian Capai Rp 20 Juta

“Alhamdulillah antusias masyarakat dalam menjaga kesehatan anaknya sangat baik, sehingga Posyandu di beberapa tempat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan,” tutupnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *