Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Musim kemarau tahun ini membawa berkah tersendiri bagi petani tembakau di Kabupaten Ponorogo.
Seperti yang dirasakan oleh sejumlah petani tembakau di Desa Tatung Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo yang mulai memasuki masa panen.
Desa Tatung Kecamatan Balong memang menjadi salah satu penghasil tembakau terbesar di Bumi Reyog, sebutan lain Kabupaten Ponorogo.
Selain itu, kualitas dan kuantitas tanaman dengan nama latin Nicotiana Tabacum tersebut tidak kalah dengan tahun 2023 lalu.
Baca Juga :Ketersediaan Bapok di Kabupaten Kediri pada Bulan September hingga Akhir Tahun Memadai
“Memang secara harga masih sama dengan tahun lalu, tapi tahun ini luasan lahan tembakau yang panen bertambah,” ungkap Rudi Sugiarto, Kades Tatung, kepada wartawan, Selasa (10/9/2024).
Rudi menambahkan jika tahun ini total luasan yang masuk masa panen 140 hektare. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yakni 120 hektare.
Naiknya jumlah luasan panen ini dipengaruhi cuaca serta harga jual daun tembakau yang tergolong cukup tinggi serta stabil.
Baca Juga :Jelang Masa Kampanye Pilbup, KPU Ponorogo Sebut Calon Petahana Wajib Ambil Cuti
“Memang tembakau hasilnya selalu stabil, tahun ini di harga Rp 32 ribu sampai Rp 45 ribu per kilogramnya, tergantung kualitas dan grade daun tembakau,” imbuhnya.
Jika dihitung setiap kali panen tembakau di Desa Tatung, hasilnya juga cukup besar yakni lebih dari 200 ton. Apalagi 80 persen lahan di desa Tatung saat ini sudah ditanami oleh tanaman tembakau. Selain itu setiap musim kemarau, 70 persen warganya juga beralih menjadi petani tembakau.
“Kalau dihitung potensi hasil dari tembakau ini bisa sekitar Rp 25 miliar, itu hitungan kasar dari tahun lalu. Kalau luasannya naik kemungkinan juga naik potensinya,” imbuh Rudi.
Baca Juga :Dispertabun Kabupaten Kediri Fasilitasi Bantu Sarpras Petani Tembakau
Ditambah, para petani tembakau di Desa Tatung tidak perlu khawatir tentang penjualan. Sebab, lanjut Rudi di desanya sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan rokok nasional. Sehingga setiap hasil panen akan langsung dijual ke pabrik.
“Bisa dibilang tidak ada lahan kosong yang tidak ditanami tembakau, semua tembakau langsung dibeli oleh pabrik,” tandas Rudi.
Sementara itu, Sarengat salah satu petani tembakau mengakui jika hasil kuantitas maupun kualitas tahun ini lebih baik jika dibandingkan tahun lalu.
Baca Juga :Kandang Berisi Pakan Ternak di Desa Pakisaji Tulungagung Terbakar, Kerugian Capai Rp 20 Juta
Hal tersebut dipengaruhi faktor cuaca, sebab tanaman tembakau tidak bisa bertahan di curah hujan tinggi.
“Alhamdulillah tahun ini hasil panennya bagus. Lahan seluas seperempat hektare, hasil panennya mampu menghasilkan 32 kwintal,” tutur Sarengat.



















