Beli Bahan Pokok Tanpa Uang, ToMS Yayasan Hijau Daun Mandiri Siap Melayani

Beli Bahan Pokok Tanpa Uang, ToMS Yayasan Hijau Daun Mandiri Siap Melayani

Kediri, SEJAHTERA.CO – Untuk mengurangi penggunaan sampah plastik, Pemkot Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) telah mengaturnya.

Pengurangan sampah plastik atau tentang penggunaan plastik sekali pakai yaitu lewat Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 30 Tahun 2023 tentang Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai.

Menanggapi hal tersebut, Yayasan Hijau Daun Mandiri yang dibina Endang Pratiwi, membuka Toko Minim Sampah (ToMS). ToMS kini menyediakan beberapa kebutuhan pokok seperti minyak goreng, beras, gula, kopi, garam, kecap, sabun cuci baju, sabun cuci piring, dan sabun pel.

Read More

“Kebutuhan ini harganya tidak berbeda dengan harga toko di luaran sana. Tapi istimewanya, kalau beli disini kami kemas dengan wadah yang bisa digunakan berkali-kali,” kata pengelola Yayasan Hijau Daun Mandiri, Endang Pratiwi.

“Jadi, kalau nanti warga mau beli lagi ke sini, mereka harus membawa wadahnya. Kalau rusak dibawa kesini nanti kasih kasih yang baru,” jelas Endang Pratiwi.

Endang menjelaskan, karena Yayasan Hijau Daun Mandiri juga merupakan bank sampah, masyarakat juga bisa membeli kebutuhan pokok dengan membawa “uang sampah”.

Uang belenja itu dapat diganti dengan botol plastik, koran, kertas, dan lain sebagainya untuk ditukarkan dengan kebutuhan pokok yang ingin dibeli.

“Ya tujuan dari toko minim sampah ini, utamanya untuk mengurangi penggunaan jumlah plastik yang digunakan. Sementara ini yang membeli kebutuhan pokok disini masih anggota bank sampah dan warga sekitar,” ungkap Endang.

Program ini merupakan salah satu cara untuk mendukung program Pemkot Kediri. Di Kota Kediri, ToMS ada di dua, Bank Sampah di Bujel dan di Bank Sampah Tempurejo.

“Untuk kedepannya nanti saya juga ingin mengajak kader bank sampah lain untuk membuka Toko Minim Sampah. Karena ini adalah suatu kegiatan yang bagus utamanya untuk mengurangi sampah plastik,” tutur Endang.

Yayasan HIjau Daun Mandiri ini berdiri pada tahun 2011, bertempat di Jalan Terusan Anjasmoro No.80, Bujel, Kec. Mojoroto, Kota Kediri. Yayasan ini terbentuk dari kegiatan konservasi dan pengelolaan sampah yang kemudian berkembang mendirikan sekolah alam dan bank sampah.

Kegiatan dari Yayasan Hijau Daun Mandiri, selain bank sampah, juga melakukan edukasi melalui komunitas, dan membersihkan sungai. Selain itu juga membentuk unit kerja, komunitas, pokmas, dan bekerja sama dengan lembaga pemerintah serta non-pemerintah untuk menyukseskan Kediri Ben Resik. (c1).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *