Inspeksi Keselamatan Puluhan Armada Bus dan Sopir, Petugas Tak Temukan Pelanggaran

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Puluhan bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP) dilakukan inspeksi keselamatan (Rampcheck), Rabu (13/12/2023). Rampcheck tersebut dilakukan untuk memastikan kendaraan angkutan tersebut layak jalan selama beroperasi pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

 

Kosatpol Terminal Tipe A Gayatri Tulungagung, Yono mengatakan, rampcheck tersebut sebenarnya tidak hanya menjelang libur nataru saja, melainkan rutin dilakukan setiap hari terhadap bus AKDP maupun bus AKAP yang melintasi Terminal Gayatri Tulungagung.

Read More

Selama proses inspeksi, pihaknya fokus memeriksa dokumen kendaraan meliputi buku uji, kartu pengawasan, surat izin mengemudi (SIM), hingga izin trayek bus tersebut. Kemudian untuk inspeksi teknis yang diperiksa oleh petugas meliputi sistem pengereman, lampu, wiper, dan kondisi ban.

 

“Inspeksi keselamatan atau rampcheck untuk angkutan bus ini dilakukan untuk memastikan jika kendaraan tersebut benar-benar layak jalan,” kata Yono, Rabu (13/12/2023).

Selama proses inspeksi, ungkap Yono, diketahui dari puluhan bus yang diperiksa tidak ada satupun bus yang melakukan pelanggaran. Dikarenakan hal itu, petugas yang melakukan inspeksi terhadap angkutan bus tersebut menyatakan layak jalan untuk melayani penumpang.

Selain dinyatakan layak jalan, petugas juga tidak menemukan adanya penyimpangan trayek yang dilakukan oleh para armada bus yang mana secara dokumen semuanya lengkap.

 

Armada bus yang sudah dilakukan pemeriksaan bisa kembali melanjutkan perjalanan untuk melayani penumpang.

“Kami tidak menemukan adanya penyimpangan seperti penyimpangan trayek atau dokumen yang tidak lengkap, semua bus juga dipastikan layak jalan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung, Rose Iptriwulandhani mengatakan, selain pemeriksaan terhadap armada bus, para sopir dan kru bus juga tidak luput dalam pemeriksaan yang mana pemeriksaan dilakukan dengan cara tes urine.

 

Pelaksanaan tes urine tersebut dilakukan untuk memastikan jika para sopir dan kru bus tidak menggunakan narkotika selama melayani para penumpang. Mengingat terdapat beberapa jenis narkotika yang bisa digunakan untuk dopping penambah stamina bagi para sopir.

“Apalagi menjelang libur Nataru seperti ini, kami melakukan upaya pengamanan, kenyamanan dan keselamatan bagi para penumpang,” kata Rose Iptriwulandhani.

Diketahui selama melakukan tes urine, Rose menyebut jika pihaknya sama sekali tidak menemukan adanya sopir maupun kru bus yang menggunakan narkotika. Pihaknya memfokuskan enam jenis narkotika yang dijadikan sasaran pemeriksaan terhadap para sopir dan kru bus.

 

Diantaranya seperti narkotika seperti jenis amfetamin, metametamin seperti sabu-sabu, sejenis ganja, obat penenang, jenis soma hingga narkotika jenis kokain. Dengan demikian mereka dinyatakan layak mengemudikan kendaraan angkutan tersebut.

“Kami tidak menemukan adanya penggunaan narkotika yang dilakukan oleh para sopir maupun kru bus, sehingga mereka dinyatakan layak mengemudi,” pungkasnya.

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri

Editor:

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *