PJ Gubernur Jatim Sambut Baik Kerjasama Antar-BPD

PJ Gubernur Jatim Sambut Baik Kerjasama Antar-BPD
pj Gubernur Jatim Andy Karyono bersama PJ Gubernur Lampung Samsudin saat bersama -sama di Kota Batu (Arif/sejahtera.co)

Batu, SEJAHTERA.CO – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan beberapa BPD di Indonesia. Salah satunya saat ini yakni bekerja sama dengan PT. BPD Lampung.

Baca Juga :Hilang, U Warga Desa Purworejo Ditemukan Meninggal Dunia, Ini Kronologinya

Seperti yang dilakukan PJ Gubernur Jawa Timur, Andy Karyono bersama dengan PJ Gubernur Lampung Samsudin menggelar ramah-tamah di ballroom Golden Tulip Hotel, Jumat (08/11).

Read More

PJ Gubernur Jatim , Andy Karyono mengatakan, a regulasi POJK No 12/2022 yang mengharuskan seluruh bank baik bank pemerintah maupun bank daerah harus punya modal inti minimal 3 triliun.

Tidak semua BPD memiliki modal sampai Rp 3 triliun, jika tidak memiliki modal seperti itu maka konsekuensinya harus kerja sama bersama bank lainnya, kalau tidak statusnya turun jadi BPR.

Baca Juga :Korban Pencurian Motor Cabut Laporan ke Polisi, Ternyata Pelaku Anak Tetangga Sendiri

“Sebab itu, Mendagri menginstruksikan semua bank yang sudah memiliki modal inti Rp 3 triliun untuk membantu bank lain, bersama-sama memajukan usaha bank tersebut sampai modal intinya tercapai,” ujarnya, Jumat (08/11).

Disampaikan jika pertemuan ini diharapkan antara PT BPD Jatim dan PT BPD Lampung sama-sama punya kesepakatan untuk bekerjasama kedepannya.

“Intinya kita akan sharing mana program perbankan yang bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

Baca Juga :Pemerintah Kota Kediri Berikan Wawasan Keamanan Pangan pada Ratusan PKL

Sedangkan untuk kerjasama ini bermanfaat untuk PT BPD Jatim, karena dari sisi aset dan market bertambah luas. “Maka kami bisa menggarap project-project pembagunan daerah yang lebih besar.” imbuhnya.

Sementara itu, Pj. Gubernur Lampung Samsudin mengatakan, jika ramah-tamah dengan pimpinan PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur ini merupakan salah satu upaya lanjutan setelah melakukan MoU beberapa bulan lalu di Mahan Agung, Bandarlampung.

Baca Juga :Berkas Perkara Tipikor Perangkat Desa Batangsaren Tulungagung Dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Surabaya

PJ Gubernur Lampung , Samsudin mengatakan, BPD memegang peranan yang penting dalam mengakselerasi pengembangan dan pembangunan perekonomian daerah.

Menurutnya, peran BPD tidak hanya sebagai intermediasi, tetapi juga berperan dalam mendorong kesuksesan berbagai kebijakan dan program pemerintah baik di tingkat wilayah maupun nasional.

Ia menegaskan bahwa hal ini menjadi perhatian dan kepedulian pihak otoritas dengan dukungan kuat melalui kebijakan yang mendukung BPD.

“Salah satunya dengan menerbitkan Roadmap BPD 2024-2027 pada tanggal 15 Oktober 2024 yang lalu,” ujarnya.
Samsudin menggarisbawahi bahwa Bank Lampung untuk penguatan struktur permodalan saat ini masih perlu mengupayakan pemenuhan modal inti minimum sebesar Rp3 triliun.

Baca Juga :Polisi Ringkus Pelaku Perampokan Minimarket di Jombang, Satu Pelaku Dilumpuhkan dengan Timah Panas

Dia menyampaikan, skema KUB merupakan alternatif pilihan tepat bagi Bank Lampung, terlebih saat ini Pemegang Saham telah sependapat menunjuk BPD Jatim sebagai Bank Induk yang nantinya akan mendampingi Bank Lampung sampai benar-benar mandiri dan kuat.

“Baik dari sisi permodalan, bisnis, operasional serta tata kelolanya,” tambahnya.

Ia berharap dengan adanya kerja sama ini, dapat mengoptimalkan lagi daya saing dan kinerja Bank Lampung, baik dalam peningkatan kinerja bisnis lewat pengembangan produk dan layanan, peningkatan kompetensi SDM, tumbuh sehat dan semakin kuat menghadapi persaingan dalam era digitalisasi yang semakin pesat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *