Kediri, SEJAHTERA.CO – Dua minggu terakhir, Liquified Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 kilogram di sebagian wilayah Kabupaten Kediri mulai sulit didapat.
Kalau pun tersedia, LPG 3 kilogram di wilayah Kabupaten Kediri, stoknya sering menipis di sejumlah pangkalan bahkan kosong.
Imbasnya, selain harga naik, sejumlah toko kelontong atau pracangan yang biasa menjual LPG 3 kilogram, kelabakan dan sering menolak pelanggan.
Karena setoran atau pasokan dari pangkalan juga sering terlambat bahkan dalam satu minggu hanya dikirim satu kali. Itupun tidak penuh.
Artinya, kalau toko kelontong atau toko pracangan memiliki 30 tabung LPG 3 kilogram, hanya dikirim sepuluh hingga 15 tabung.
Bahkan minggu kemarin, salah satu toko kelontong di wilayah Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri hanya dikirim 12 tabung LPG 3 kilogram.
“Tidak sampai dua hari habis. Itupun belum semua tetangga yang menjadi pelanggannya kebagian. Ya terpaksa kami tolak atau kami janjikan kalau ada kiriman lagi,” kata salah satu pemilik toko.
Imbas yang lebih parah terkait langkanya LPG 3 kilogram, yaitu emak-emak, pedagang kecil atau usaha menengah kecil mikro (UMKM).
Misalnya, Pak Atot, penjual gorengan (pohong keju, tahu isi, pisang goreng dan ote-ote, setiap harinya membutuhkan empat tabung LPG 3 kilogram.
Kalau sehari baru memiliki dua tabung LPG 3 kilogram, dia masih gelisah, pontang-panting mencari tambahan hingga empat tabung.
Ketika dia menjumpai toko kelontong masih punya stok tabung LPG 3 kilogram, langsung “ditodong”.
“Beli empat aku,” katanya. Saat itu pemilik toko kelontong menjawab, “ E… gak oleh (tidak boleh). Tetangga masih banyak yang belum dapat nanti nggremeng (ngedumel),”.
Karena terus memaksa, maka penjual gorengan hanya diberi dua tabung LPG 3 kilogram. “Ya berjualnya biar dapat maksimal,” kata pemilik toko.
Lalu Bu Lis, penjual sayuran matang, pada Minggu (2/5/2024) sekitar pukul 21.00 kehabisan LPG 3 kilogram.
Karena tidak memiliki tandon (cadangan) tabung LPG 3 kilogram, dia terpaksa keliling desa untuk mendapatkannya.
Sekitar pukul 02.00 dia harus memasak sayuran untuk diedarkan keliling sejumlah desa pada paginya. “ Toko mana ya yang masih buka jam sekian,” katanya.
Hingga Senin (3/6/2024) sekitar pukul 12.00, sejumlah toko kelontong yang menjual LPG 3 kilogram, masih harap-harap cemas, Ada kiriman atau tidak.
Salah satu toko yang juga merangkap pangkalan LPG 3 kilogram, terpaksa memasang pengumuman sejak hari Minggu kemarin, “LPG 3 Kilogram Kosong”.
Sementara pangkalan yang masih melayani sejumlah toko kelontong dan warung, ketika ditanya apa LPG 3 kilogram langka?, mengatakan “mboten (tidak)”.
Hanya saja, kata dia, dengan sistem pembayaran yang baru (dengan aplikasi), sering tersendat sehingga datangnya LPG 3 kilogram juga terkendala.
Beda dengan sistem pembayaran sebelumnya, langsung ke bank. Misalnya sehari minta 500 tabung LPG 3 kilogram (satu truk), lalu bayar di bank, akan langsung menerima sesuai permintaan.
Hal yang sama juga dilakukan oleh pemilik pangkalan lainnya. Belakangan, kirim sering dikurangi. Kadang dikirim 100 tabung, kadang 200 tabung LPG 3 kilogram,
“Jadi, membagi ke sejumlah toko kelontong yang menjadi pelanggannya juga, tidak merata atau maksimal. Nggih ngapunten (maaf),” katanya pada pemilik toko.
Itulah situasi kondisi LPG 3 kilogram di lapangan belakangan ini. Harga yang umumnya Rp 17.000 kini sebagian toko kelontong menaikkan menjadi Rp 17.500. Harga pangkalan Rp 16.000.
Untuk itu, sebagian warga dan para UMKM di Kabupaten Kediri bersabar ya…
Editor: Gimo Hadiwibowo.



















