Polsek Ngantru Tak Jadi Dibangun di Pasar Pojok, Disperindag Tulungagung Bakal Alihkan Anggaran Rp200 Juta untuk Pasar Lain

Polsek Ngantru Tak Jadi Dibangun di Pasar Pojok, Disperindag Tulungagung Bakal Alihkan Anggaran Rp200 Juta untuk Pasar Lain
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung, Fajar Widariyanto saat dimintai keterangan terkait renovasi Pasar Pojok (isal/sejahtera.co)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Anggaran untuk perbaikan atau renovasi ruko pada Pasar Pojok Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung yang akan terdampak pembangunan kantor baru Polsek Ngantru, rupanya akan dialihkan.

Hal ini menyusul rencana pembangunan Polsek Ngantru pada sebagian lahan Pasar Pojok yang batal dilaksanakan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tulungagung, Fajar Widariyanto mengatakan, sesuai informasi yang didapat, rencana pembangunan Polsek Ngantru di Pasar Pojok ternyata dibatalkan.

Read More

Padahal untuk mendukung proyek itu, pihaknya sudah menyiapkan anggaran Rp200 juta.

Anggaran tersebut nantinya dipakai untuk perbaikan sejumlah kios pada Pasar Pojok yang terdampak pembangunan kantor baru Polsek Ngantru.

Baca Juga :Pabrik Produksi Meja Biliar di Tulungagung Kebakaran, Diduga ini Penyebabnya

Namun dikarenakan rencana pembangunan Polsek Ngantru di Pasar Pojok dibatalkan, anggaran yang sudah tersedia ini tentunya harus diatur ulang.

“Kemarin memang telah disetujui pembangunan Polsek Ngantru pada sebagian lahan di Pasar Pojok. Anggarannya juga sudah tersedia di Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) senilai Rp200 juta,” kata Fajar Widariyanto, Rabu (13/8/2025).

Sesuai hasil rapat, ungkap Fajar, diinformasikan jika bangunan Polsek Ngantru akan menggunakan lahan yang ada pada sisi selatan SMP Negeri 1 Ngantru.

Dengan begitu, Pasar Pojok dipastikan aman dan tidak mengalami perubahan bentuk akibat imbas dari dibangunnya Polsek Ngantru.

Sedangkan anggaran yang sudah tersedia, Fajar menyebut jika saat ini pihaknya tengah berupaya untuk mengalihkan anggaran tersebut untuk digunakan perbaikan pasar di Tulungagung.

Hanya saja, renovasi tersebut nantinya akan mengedepankan skala prioritas bagi pasar yang benar-benar butuh perbaikan.

Baca Juga :Pemuda di Kediri Ditemukan Tewas Berlumuran Darah, Ternyata Ini Penyebabnya

“Sesuai kode rekeningnya, anggaran itu untuk perbaikan atau renovasi pasar, sehingga kegunaannya tetap untuk perbaikan pasar, tetapi tidak untuk Pasar Pojok saja dan kami sesuaikan dengan skala prioritas,” ungkapnya.

Terkait lokasi pasarnya, Fajar menyebut sebenarnya dari 31 pasar di Tulungagung, semuanya memang butuh perbaikan baik itu saluran atau atap pasar yang butuh perbaikan.

Saat ini, pihaknya tengah menyeleksi 31 pasar itu, terkait kondisi pasar yang paling mendesak dan benar-benar perlu perbaikan maupun renovasi.

Kemudian nantinya pihaknya akan membuat nota dinas untuk meminta persetujuan Bupati Tulungagung terkait rencana perbaikan dan renovasi pasar yang sudah ditentukan.

Menurut Fajar, proyek ini tentunya harus dikerjakan pada tahun ini, mengingat anggaran yang tersedia untuk tahun 2025.

Baca Juga :Gerobak Angkringan Ditinggal di SLG, Satpol PP Kediri Lakukan Penertiban

“Anggaran Rp200 juta itu bisa untuk memperbaiki lebih dari satu pasar untuk menangani atap atau talang air yang rusak dan selokan pasar. Mudah-mudahan rencana kami bisa segera disetujui, sehingga bisa segera dikerjakan,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *