Kediri, SEJAHTERA.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri mengadakan simulasi pemilu di TPS 20 gedung Kelurahan Semampir bersama dengan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan pemilih, Selasa (30/1) pukul 10.00 WIB.
“Yang harus diperhatikan adalah para KPPS 4 dan 5 yang menjaga di pintu masuk, harus teliti ketika menjaga pintu masuk jangan sampai ada orang yang tidak punya hak suara masuk atau mereka yang sudah mencoblos hendak mencoblos lagi,” jelas Anggota KPU Kota Kediri Divisi Teknis Penyelenggara, Nia Sari.
Nia juga menekankan agar KPPS teliti ketika melakukan penghitungan suara. Selama simulasi dan kesalahan Nia menyebut bagus, karena KPPS bisa antisipasi kesalahan saat Pemilu sebenarnya.
Kegiatan ini direkam dan nantinya akan dibuatkan video agar bisa menjadi bahan contoh dan belajar KPPS lainnya.
“Tujuan kita mengundang agar KPPS lebih paham terkait detail dari proses pemilu, sebelumnya memang sudah dilaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) akan tetapi dalam praktiknya mereka masih perlu untuk lebih detail lagi,” jelas Nia.
Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan surat edaran dari KPU RI agar KPU kabupaten/kota melaksanakan kegiatan simulasi real dilaksanakan akhir Januari.
“Kami mengundang stakeholder mulai dari Forkopimda, Partai Politik, Camat, dan instansi lainnya,” jelas Ketua KPU Kota Kediri, Pusporini Endah Palupi.
Kegiatan simulasi ini akan digelar 3 kali, KPU Kota Kediri telah menggelar kegiatan simulasi real di Kecamatan Pesantren, Kecamatan Kota, dan Kecamatan Mojoroto. Simulasi real ini melibatkan KPPS dan pemilih TPS terkait.
Kegiatan pemilu ini diadakan sesuai dengan urutan mulai dari sebelum dibukanya TPS sampai proses penghitungan suara. KPU Kota Kediri berpesan agar nantinya para penyelenggara pemilu lebih paham dengan tugas mereka terutama KPPS dan berharap KPPS yang terlibat dalam kegiatan simulasi bisa memanfaatkan waktu simulasi untuk bertanya terkait proses dan tahapan pemilu.
Reporter : Dhea Safira
Editor : Dhita Septiadarma



















