Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek memasang blue line tsunami safe zone.
Garis biru zona aman tsunami itu jadi titik evakuasi aman bagi masyarakat terdampak bencana.
“Jadi blue line tsunami safe zone itu titik aman evakuasi bagi masyarakat terdampak bencana,” kata Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono.
Garis biru zona aman tsunami itu salah satunya terpasang di wilayah Kecamatan Panggul. Pemasangan garis zona aman itu bebarengan dengan pelaksanaan festival Gempa Bumi dan Tsunami (Gempi) di Pantai Konang Trenggalek.
“Jadi dalam kegiatan susur jalur evakuasi itu sekaligus dilakukan penandaan blue zone,” imbuhnya.
Edukasi yang dikemas dalam simulasi itu menjadi langkah mitigasi Trenggalek menghadapi potensi bencana tsunami. Terlebih, merujuk pemetaan BNPB, 17 desa di tiga kecamatan meliputi Panggul, Watulimo dan Munjungan masuk zona rawan tsunami.
“Sebelum di Konang, tahun lalu kita lakukan kegiatan serupa di wilayah Pantai Prigi,” ujarnya.
Dengan kegiatan itu, pihaknya berharap masyarakat menjadi lebih mengerti tentang apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana sungguhan sehingga dapat meminimalisir fatalitas dampak bencana. Untuk itu, dalam kesempatan itu masyarakat diajak secara langsung menyusuri titik-titik evakuasi.
“Jadi kita lakukan simulasi susur jalur bersama masyarakat dengan rumus, 20 detik 20 menit 20 meter menuju tempat evakuasi sementara dan aman. Kita juga berikan edukasi ke masyarakat soal blue zone itu,” jelasnya.
Selain susur jalur evakuasi, dalam kegiatan itu juga dilakukan penanaman cemara udang hingga bersih-bersih area pantai sebagai bentuk pelestarian lingkungan. Selain itu, petugas juga memasang rambu-rambu bencana di sejumlah titik yang dinilai rawan.
Dengan seluruh rangkaian kegiatan itu diharapkan bisa menambah kesiapan unsur pentahelix kebencanaan jika terjadi bencana sungguhan.
“Kegiatan ini melibatkan banyak pihak, termasuk BPBD Provinsi. Ayo bersama mitigasi kurangi dampak dari bencana tsunami,” pungkasnya.
Reporter : Angga Prasetya
Editor : Gimo Hadiwibowo



















