Andil Beras Tinggi di Perhitungan Inflasi, Ini Penjelasan Kepala BPS Tulungagung

Andil Beras Tinggi di Perhitungan Inflasi, Ini Penjelasan Kepala BPS Tulungagung

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Terjadinya deflasi atau atau periode dimana harga-harga secara umum menurun di Tulungagung rupanya sudah dihitung dengan baik oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Tulungagung. Bahkan diketahui jika selama lima bulan terakhir, BPS sendiri sudah meneliti ratusan komoditi pada beberapa tempat.

Kepala BPS Tulungagung, Mohammad Amin mengatakan, saat ini Kabupaten Tulungagung menghitung angka inflasi maupun deflasi secara mandiri. Dalam penghitungan ini, pihaknya tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk melakukan perhitungan.

Penghitungan angka inflasi dan deflasi di Tulungagung dilakukan setiap bulannya berdasarkan beberapa komponen terutama harga Bahan Pokok (Bapok). Dimana ternyata beras menjadi pemegang kendali untuk memicu terjadinya inflasi maupun deflasi di Tulungagung.

Read More

“Penghitungan angka inflasi dan deflasi dilakukan setiap bulannya dan dilakukan secara mandiri. Kalau sebelumnya kami (Tulungagung) ikut penghitungan dengan Kota Kediri,” kata Mohammad Amin, Kamis (6/6/2024).

Berdasarkan perhitungan dari bulan ke bulan, ungkap Amin, pada bulan April 2024, Kabupaten Tulungagung mulai mengalami deflasi, setelah terjadi inflasi pada tiga bulan pertama tahun 2024. Diketahui, untuk angka deflasi tersebut saat ini mencapai 0,4 persen.

Menurut Amin, angka tersebut berhasil diketahui setelah pihaknya bersama TPID yang lain meneliti 244 komoditi yang ada pada beberapa pasar terpilih. Dimana secara umum, kelompok makanan, minuman dan tembakau mempunyai andil paling tinggi terhadap deflasi saat ini.

“Kelompok ini juga berpengaruh besar pada inflasi bulan ke bulan, tahun ke tahun maupun tahun kalender. Inflasi kelompok ini sudah turun jika dibanding bulan sebelumnya,” ungkapnya.

Secara rinci, Amin menyebut, kelompok makanan, minuman dan tembakau turun pada inflasi month to month, Mei 2024 sebesar 0,47 persen. Sedangkan kelompok transportasi juga mengalami penurunan sebesar 0,05 persen dan kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya naik 0,03 persen.

Sedangkan dari sisi komoditas yang menyebabkan deflasi adalah beras 0,37 persen, tomat 0,11 persen, angkutan antar kota 0,03 persen, ampela hati ayam 0,03 persen, dan kelapa 0,02 persen. Disusul pepaya, cabai rawit, tarif kereta api, ikan bandeng/ikan bolu, dan tarif taksi online yang menyumbang deflasi 0,01 persen.

“Kalau komiditas yang menyumbang inflasi yakni bawang merah 0,06 persen, cabai merah 0,03 persen, perhiasan emas 0,03 persen, telur ayam ras 0,02 persen, dan gula pasir 0,02 persen, kangkung, kentang, kubis, bawang putih, jeruk dan jagung manis masing-masing menyumbang inflasi 0,01 persen,” pungkasnya.

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *