Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Aktivitas pasar hewan di wilayah Kabupaten Ponorogo kembali normal. Setelah sebelumnya ditutup akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pasar hewan, kini sudah kembali dibuka.
Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Kabupaten Ponorogo, Okta Hariyadi mengatakan jika ada 9 pasar hewan di Bumi Reyog yang sudah dibuka kembali per 17 Februari 2025 kemarin.
Keputusan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan penurunan angka penularan PMK di wilayah Kabupaten Ponorogo.
“Pasar hewan sudah dibuka. Pertimbangannya dari teman-teman Dinas Pertanian, bahwa kasus PMK sudah mereda. Lalu para pedagang juga ingin agar pasar hewan segera dibuka,” ungkapnya, Jumat (21/2/2025).
Baca Juga :Pemkab Jombang Cabut Status Darurat PMK, Pasar Hewan Kembali Beroperasi
Okta menambahkan, sembilan pasar hewan yang dibuka tersebut di antaranya yakni Pasar hewan Jetis, pasar hewan di Sumoroto, Pasar Tamansari, serta pasar hewan di wilayah Bungkal. Serta, sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Ponorogo
“Itu yang pasaran Senin Kliwon kemarin sudah buka, yang lain sesuai dengan hari pasarannya,” tambahnya.
Sedangkan di Pasar Jetis Ponorogo, meski sudah kembali buka, para pedagang sapi tidak seramai sebelumnya. Kondisi berbeda justru berada di pasar kambing.
Hasil pendataannya di Pasar Jetis, di hari pertama buka, hanya ada 20 ekor sapi yang dijual. Padahal kapasitas pasar mampu menampung 500 ekor sapi.
“Waktu kita buka nggak begitu ramai masih sepi untuk yang sapi, nggak sampai 5 persen. Yang ramai malah kambing,” jelasnya.
Namun begitu, Okta tidak memungkiri, masih banyak pedagang ternak yang belum mengetahui bahwa operasional pasar hewan di Ponorogo telah buka.
“Kemungkinan kembali normal setelah satu atau dua minggu kedepan, karena memang banyak pedagang yang belum tahu,” tandasnya.
Seperti diketahui, sembilan pasar hewan di Ponorogo itu sebelumnya sempat ditutup selama lebih sebulan sejak 8 Januari 2025, dampak meluasnya kasus PMK.



















