Antisipasi Banjir, BPBD Kabupaten Tulungagung Bersihkan Sungai 

Antisipasi Banjir, BPBD Kabupaten Tulungagung Bersihkan Sungai 
Petugas BPBD Tulungagung saat membersihkan sungai dari enceng gondok sebagai langkah normalisasi sungai agar air tidak meluap saat musim hujan.(BPBD Tulungagung)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sesuai prediksi BMKG, awal bulan November 2024 mulai masuk musim penghujang terutama di Kabupaten Tulungagung.

Baca Juga :TMMD ke-122 Kodim 0809 Kediri, Kedekatan dengan Warga Membuat Prajurit TNI Tak Kenal Lelah Mengabdi

Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung sudah melakukan berbagai langkah antisipasi penanggulangan bencana.

Read More

Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Tulungagung, Gilang Zelakusuma mengatakan, sesuai prediksi BMKG, saat ini sudah masuk musim hujan.

Terdapat beberapa wilayah di Tulungagung yang rawan terjadi banjir saat terjadi hujan deras dengan intensitas yang tinggi dan lama.

Baca Juga :Sepuluh Bulan, Penumpang KA dari Stasiun Blitar Naik 13 Persen

Berdasarkan data, setidaknya terdapat lima kecamatan yang rawan terjadi banjir seperti Kecamatan Pucanglaban, Campurdarat, Besuki, sebagian Boyolangu dan Kalidawir.

Bahkan di Kecamatan Campurdarat sendiri kerap terjadi banjir disertai lumpur yang merupakan kiriman dari pegunungan sekitar.

“Memasuki musim hujan, terdapat setidaknya lima wilayah di Tulungagung yang rawan terjadi banjir, satu wilayah ini biasanya terjadi banjir disertai lumpur,” kata Gilang Zelakusuma, Senin (4/11/2024).

Baca Juga :Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, ini Lahan untuk Tanam Jagung yang Dibuka Polres Nganjuk

Gilang mengaku sudah melakukan langkah antisipasi penanggulangan bencana terutama banjir. Pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan PU Bina Marga dan BBWS untuk normalisasi sungai.

Hal ini dilakukan agar kondisi sungai-sungai di Tulungagung terutama yang melintasi lima wilayah itu kembali normal dan bisa berfungsi untuk mengalirkan air.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan pembersihan enceng gondok pada beberapa sungai di Tulungagung agar tidak menyebabkan sumbatan saat terjadi hujan.

Baca Juga :Tangkap Pelaku Penganiayaan di Ngronggot, Ini yang Diamankan Polres Nganjuk

“Kami sudah melakukan pembersihan sungai yang banyak enceng gondoknya maupun sumbatan-sumbatan lain pada sungai agar saat terjadi hujan, fungsi sungai ini bisa kembali seperti semula agar air sungai tidak meluap saat terjadi hujan,” ungkapnya.

Normalisasi sungai ini dilakukan karena pendangkalan selama musim kemarau panjang. Normalisasi sungai diyakini bisa mencegah terjadinya bencana di wilayah rawan.

Selain normalisasi sungai, dia meminta masyarakat di Tulungagung untuk melakukan kerja bakti untuk membersihkan saluran air (Got) di masing-masing desanya.

Baca Juga :Belasan Orang Kehilangan Nyawa Akibat HIV-AIDS, Ini Data Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar

Mengingat saluran air tersebut diyakini juga sudah mengalami pendangkalan, sehingga harus dibersihkan agar tidak menyebabkan banjir.

“Saluran air di desa-desa juga harus dibersihkan oleh masyarakat dengan melakukan kerja bakti, agar tidak terjadi sumbatan yang berpotensi menyebabkan banjir,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *