Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana, Pemkab Kediri Fokus Hadapi Potensi Hidrometeorologi

Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana, Pemkab Kediri Fokus Hadapi Potensi Hidrometeorologi
Apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Lapangan Desa Doko Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. (rizky/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Pemkab Kediri menggelar Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana di Lapangan Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Selasa (10/12/2024).

Baca Juga :Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Kediri, Harga Telur Rp 25.000 per Kilogram

Apel ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, dan diikuti oleh personel gabungan dari BPBD Kabupaten Kediri, TNI, Polri, Dishub, Tagana, serta perwakilan tim siaga bencana dari desa-desa.

Read More

Dalam sambutannya, Wabup Kediri Dewi Mariya Ulfa menyampaikan, apel ini merupakan kesiapan pemerintah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan dapat terjadi hingga April 2025.

Dia pun juga melihat langsung baik dari personel, peralatan, dan logistik yang disiapkan.

Baca Juga :Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Kediri, Harga Telur Rp 25.000 per Kilogram

“Semuanya dalam kondisi siap. Harapannya, ini bisa membantu dalam mengantisipasi bencana yang dapat terjadi kapan saja,” katanya.

Dewi menjelaskan, sejumlah wilayah di Kabupaten Kediri memiliki potensi bencana, seperti luapan sungai yang baru-baru ini terjadi di wilayah Kecamatan Banyakan, Grogol, dan Papar.

Walaupun luapan tersebut belum sampai menyebabkan banjir besar, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan untuk mencegah korban jiwa maupun kerugian lainnya.

Baca Juga :Mantan Direktur PDAM Tirta Penataran Ngandang, Diduga Korupsi Proyek Pembangunan Pengeboran Air

Apel ini, menurutnya, menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar-stakeholder dalam penanggulangan bencana.

“Kesiapsiagaan adalah kunci untuk meminimalkan dampak bencana yang sulit diprediksi,” ucapnya.

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen kita bersama dalam melindungi masyarakat di daerah rawan bencana. Dewi Mariya Ulfa menekankan beberapa hal kepada peserta apel di antaranya meningkatkan sinergi antar-stakeholder.

Baca Juga :Persiapan Operasi Lilin Semeru 2024, Polres Batu Identifikasi Black Spot Jelang Nataru

“Juga mempersiapkan mental dan fisik, serta melakukan pengecekan rutin terhadap peralatan penanggulangan bencana agar selalu siap digunakan,” ungkap Wabup Kediri.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno menyebut, dalam antisipasi ini merupakan peran penting tim siaga bencana desa dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana juga dilibatkan.

Saat ini, terdapat 30 tim siaga bencana setiap desa yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kediri.

Baca Juga :Persiapan Operasi Lilin Semeru 2024, Polres Batu Identifikasi Black Spot Jelang Nataru

Tim siaga bencana desa ini bertujuan membangun ketangguhan masyarakat Kediri dalam menghadapi bencana di wilayah masing-masing.

“Dengan adanya tim ini, koordinasi dari desa ke kabupaten dapat berlangsung lebih cepat,” tuturnya.

Djoko juga meminta agar tim-tim tersebut lebih aktif dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat menjadi lebih mandiri dalam upaya mitigasi bencana.

Baca Juga :Pohon Tumbang Robohkan Tembok Panti Sosial di Batu

Pelaksanaan apel ini sekaligus menekankan pentingnya peringatan dini dan pemantauan kondisi terkini di lapangan sesuai arahan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana yang sebelumnya meminta BPBD untuk terus siaga hingga April 2025 dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.

“Peningkatan sinergi antar tingkat pemerintahan, edukasi masyarakat, serta kesiapan peralatan dan logistik menjadi fokus utama kami dalam mengantisipasi bencana di akhir tahun ini hingga awal tahun depan,” kata Kepala BPBD Kabupaten Kediri.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *