Awas ! Gelombang Tinggi hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan Trenggalek, Wisatawan Dihimbau Waspada

Awas ! Gelombang Tinggi hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan Trenggalek, Wisatawan Dihimbau Waspada
Wisatawan saat bermain di area Pantai Trenggalek (angga/sejahtera.co)

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Gelombang tinggi hingga 4 meter berpotensi terjadi di perairan selatan Kabupaten Trenggalek. Wisatawan dihimbau waspada saat bermain ke pantai.

Baca Juga :Kejari Ponorogo Panggil Kadindik Jawa Timur Kasus Dugaan Penyelewengan Dana BOS di SMK 2 PGRI Ponorogo

Merujuk peringatan dini yang dirilis BMKG, gelombang tinggi 2,5 meter hingga 4 meter berpeluang terjadi Laut Natuna Utara, Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga Bali. Potensi itu mencangkup wilayah perairan Trenggalek yang ada di Jawa Timur bagian selatan.

Read More

“Merujuk informasi BMKG, peringatan itu berlaku sejak hari ini hingga 2 Januari 2025,” kata Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, Senin (30/12/2024).

Berkaca dari peringatan itu, lanjut Triadi, pihaknya mengimbau kepada wisatawan untuk waspada saat bermain wahana air yang ada di pantai Trenggalek. Terlibat saat ini tengah berlangsung libur panjang sehingga mempengaruhi tingkat kunjungan wisata.

Baca Juga :Libur Nataru, Lonjakan Penumpang Warnai Perjalanan Kereta di Daop 7 Madiun, Termasuk dari Jombang

“Untuk itu kami mengimbau kepada wisatawan untuk selalu berhati-hati saat bermain di pantai,” imbuhnya.

Untuk meminimalisir potensi kecelakaan laut, pihaknya menyebut telah menerjunkan puluhan personel gabungan terdiri dari TNI-Polri hingga petugas penjaga pantai. Selain itu, pihaknya juga menyediakan petugas medis.

“Kita kolaborasi untuk memberikan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Kita bersama memastikan PAM Nataru berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Baca Juga :Pemkab Kediri Gelar Pesta Kembang Api, Disiapkan Dua Panggung Pertunjukan Hiburan

Selain wisatawan, pihaknya juga mengimbau kepada nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut. Sebab, kondisi gelombang tinggi itu berpengaruh terhadap keselamatan nelayan. Pihaknya kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan cuaca sebelum beraktivitas melaut.

“Saran keselamatan. Perahu Nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 meter, Kapal Tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 meter dan Kapal Ferry apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2.5 meter,” pungkasnya.

Baca Juga :Peringatan 1 Abad Ponpes Al Falah Ploso, Ribuan Pengendara Scooter Sarungan Melintas Kediri

Untuk diketahui, selain di wilayah itu, potensi gelombang tinggi juga terjadi di wilayah lainnya. Merujuk rilis gelombang tinggi setinggi 1,25 – 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Laut Natuna, Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung, wilayah Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah.

Kemudian Samudra Hindia selatan NTB hingga NTT, Selat Karimata, Selat Sunda bagian selatan, Laut Jawa, Laut Sawu, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sulawesi bagian timur, Laut Maluku, Laut Arafuru Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua.

Baca Juga :Jalur Alternatif Klemuk Songgoriti Ditutup Sementara Selama Libur Tahun Baru 2025, ini Alasannya

Secara umum kondisi itu dipengaruhi bibit siklon 98S (94.5’BT dan 15.9LS) di Samudra Hindia barat daya Bengkulu memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut – Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 8-25 Knot.

Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat – Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8 27 knot.

Baca Juga :Kecelakaan Tol Pandaan-Malang, Kasat Lantas Polres Malang Panggil Perusahaan Ekspedisi Truk

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTB, Laut Jawa, Laut Natuna Utara dan Samudera Pasifik utara Papua.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *