JAKARTA, SEJAHTERA.CO – Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mempertanyakan kinerja Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI.
Dalam pengamatannya, ada banyak barang impor yang masuk ke Indonesia secara ilegal dan mengancam produk dalam negeri.
Hal itu diutarakan oleh Darmadi Durianto ketika Rapat Kerja antara Komisi VI DPR RI dengan Kementerian Perdagangan di gedung DPRI RI pada 3 Maret lalu.
BACA JUGA : BPIH Ratusan CJH Kabupaten Blitar Belum Dilunasi, Ini Penyebabnya
“Pertemuan sebelumnya juga sudah saya sampaikan bahwa ini harus di lakukan tindakan oleh Kementerian Perdagangan,” ujar Darmadi dilansir dari kanal Youtube DPR RI.
Ia juga menyebut telah membahas persoalan barang impor tersebut pada pertemuan sebelumnya dengan Kementerian Perdagangan.
“Jadi apa yang sudah Bapak lakukan dalam waktu sebulan yang lalu sampai sekarang karena saya melihat tidak ada perbaikan,” Tanya Darmadi dalam forum tersebut.
Darmadi menyebut melihat fenomena banyak Warga Negara Asing (WNA) yang mendatangkan barang dari luar negeri kemudian menjualnya di Indonesia.\
BACA JUGA : Mbak Wabup Dewi Hadiri Ikrar Pelajar di SMK Negeri 1 Ngasem, ini Pesannya
Bahkan ia menyebut barang impor yang masuk dan dijual di Indonesia tersebut tidak membayar pajak maupun bea impor sesuai ketentuan.
Menurutnya, hal itu merupakan kewenangan Kemendag untuk bertindak tegas, terutama sebagai upaya perllindungan terhadap produk lokal terutama UMKM.
Darmadi juga mengingatkan pentingnya Kemendag melaksanakan amanat Undang-undang Nomor 14 terutama Pasal 69.
Pasal itu menyebut pemerintah wajib melakukan tindakan apabila terjadi lonjakan barang impor yang mengakibatkan barang produk lokal terancam.
BACA JUGA : Berkah Ramadan, Polres Batu Bagikan Takjil Berbuka ke Pengguna Jalan
“Ini saya serius loh pak ini warga negara asing ini ah di mana-mana apa yang kita lakukan bukan satu produk,” ujar Darmadi dengan nada serius.
Ia juga mencontohkan beberapa barang impor yang mengancam produk lokal termasuk PT Sritex yang akhirnya ditutup dan berujung PHK massal.
Sumber : Youtube DPR RI
Editor : Irwan Maftuhin



















