Kediri, SEJAHTERA.CO – Harga beras yang belum juga turun masih terjadi di Kota Kediri, hingga menjadi penyumbang inflasi tertinggi.
Untuk menekan laju inflasi lantaran harga beras belum turun, Pemkot Kediri terus menggelontorkan bantuan berupa subsidi dan pembagian bantuan pangan di seluruh kelurahan Kota Kediri.
Karena tingkat inflasi di Kota Kediri per bulannya masih terkendali.
Dari data BPS, inflasi yang terjadi di bulan September masih 0,37 persen.
“Pemicu dari inflasi ini kebanyakan dari kelompok makanan, minuman, dan juga tembakau,” ujar Kepala BPS Kota Kediri, Pardjan kepada wartawan, Jumat (13/10/2023).
Komoditas yang menyumbang inflasi tertinggi di Kota Kediri jika diurutkan adalah beras, bensin, emas perhiasan, pulsa, tempe, tahu, pisang, daging ayam ras, jus buah, dan juga wafer.
Lalu komoditi yang menghambat inflasi atau komoditas yang mengalami deflasi adalah telur ayam ras, cabai rawit, bawang merah, minyak goreng, bawang putih, daging sapi, kacang panjang, cabai merah, semangka, dan bayam.
Deflasi sendiri adalah penurunan harga komoditas atau penambahan nilai uang karena berkurangnya uang beredar.
Pardjan menjelaskan pemerintah harus waspada dengan komoditi beras yang kenaikan harganya mempengaruhi inflasi di Kota Kediri.
“Selain beras tempe tahu, dan daging ayam ras juga harus diawasi perkembangannya karena mereka menyumbang inflasi juga,” ungkapnya.
Pardjan menghimbau kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mengawasi harga komoditi yang menyebabkan inflasi utamanya.
Reporter : Dhea Safira



















