Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Nasib apes dialami seorang warga di Kabupaten Trenggalek. Ia harus kehilangan Rp 45 juta akibat api “diangan”, istilah lazim yang digunakan para peternak.
Baca Juga :Edarkan Narkoba Ditangkap Polres Kediri,, Diduga Bandar Masih DPO
Api diangan adalah sebuah perapian yang dibuat dengan tujuan mengeluarkan asap banyak untuk mengusir nyamuk pada hewan ternak.
Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Trenggalek, Habib Solehudin menyebut, kejadian itu dialami oleh Suyatno warga RT 14/RW 04 Dusun Krajan Desa Nglongsor Kecamatan Tugu. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (20/8) sore.
“Sekitar pukul 15.00 WIB,” kata Habib, Rabu (21/8).
Baca Juga :Diunggah Facebook, Diduga Kadisdik Jombang Mesra dengan Bawahan
Raibnya uang Rp 45 juta milik Suyatno itu berawal saat ia membuat api diangan di dekat kandang kambing miliknya. Aktivitas itu merupakan hal lumrah dilakukan keseharian masyarakat peternak, utamanya saat menjelang magrib. Aktivitas itu dinilai efektif untuk mengusir nyamuk yang menyerang hewan ternak.
Namun siapa sangka, api diangan yang dibuat itu berbuah petaka. Saat ditinggal pergi usai membuat api diangan, tiba-tiba titik api membesar dan menjalar ke bangunan kandang kambing. Kebakaran itu pertama kali diketahui oleh anak Suyatno.
“Warga-pun berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya dan melaporkan kejadian itu ke petugas pemadam kebakaran,” imbuhnya.
Baca Juga :MPP Jatim Sisakan Tujuh Daerah, Pj Gubernur: Target Akhir Tahun Rampung
Bahan bangunan yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar hingga membuat lima hewan ternak tak dapat diselamatkan. Bangunan seluas 4×8 M2 juga ikut ludes hingga membuat Suyatno mengalami kerugian Rp 45 juta.
Untuk memadamkan api itu, petugas menerjunkan dua unit mobil pemadam dengan penggunaan air 6000 liter. Beruntung api tidak merembet ke rumah.
“Sementara aset yang bisa diselamatkan rumah dengan taksiran Rp 100 juta,” ujarnya.
Baca Juga : Muncul Isu Muktamar Tandingan, DPC PKB Datangi Polres Ponorogo
Dalam kesempatan itu, Habib mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada, utamanya terhadap potensi-potensi yang bisa menyebabkan terjadinya kebakaran.
“Kami himbau kepada masyarakat untuk selalu hati-hati dan waspada,” pungkasnya.



















