Kediri, SEJAHTERA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri menyikapi serius informasi dari Badan Metrologi Klimatologi Geofisika (BMKG) pusat terkait cuaca ekstrem di musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau di bulan Maret 2025 ini.
Stefanus Joko Susilo Kepala BPBD Kabupaten Kediri menjelaskan berdasarkan info dari BMKG di awal Maret 2025 hingga 21 Maret 2025 diperkirakan terjadi cuaca ekstrem di musim peralihan dan mengingatkan warga Kabupaten Kediri untuk hati-hati, dan waspada.
“Perubahan cuaca ekstrem yang terjadi adalah hujan intensitas deras dan sangat deras, petir dan puting beliung. Hal ini yang perlu kita waspadai bersama agar bisa kurangi risiko kebencanaan,” katanya, Senin (10/3/2025).
Baca Juga :Operasi Pekat Semeru 2025, Perjudian dan Peredaran Miras Masih Dominan di Polres Nganjuk
Ditambahkan Joko, wilayah Kabupaten Kediri sejatinya masuk kawasan rawan bencana hidrometeorologi di Jatim. Karena wilayahnya sering terjadi banjir, tanah longsor dan puting beliung.
Warga hendaknya tetap mewaspadai adanya potensi kebencanaan saat peralihan musim dan adanya perubahan cuaca.
“Memang harus waspada dan BPBD Kabupaten Kediri secara umum memetakan wilayah dan kawasan rawan bencana di Kabupaten Kediri saat ini,” imbuhnya.



















