Jombang, SEJAHTERA.CO – Bulan Ramadan membawa berkah bagi para perajin tasbih kayu cendana dan gaharu di Kabupaten Jombang. Sebab, di bulan Ramadan ini permintaan tasbih meningkat pesat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
Hal ini dirasakan langsung oleh Facthur Rahman, seorang perajin tasbih kayu cendana dan gaharu asal Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Di bulan Ramadan ini, ia kebanjiran pesanan dari berbagai daerah, bahkan hingga luar negeri.
Di bengkel kerjanya, para pekerja tampak sibuk mengolah kayu cendana dan gaharu. Mereka memotong, menghaluskan, hingga merangkai butiran kayu menjadi tasbih dengan aroma khas. Proses pengerjaan dilakukan dengan teliti agar hasilnya berkualitas tinggi.
Baca Juga :Operasi Pekat Semeru 2025, Perjudian dan Peredaran Miras Masih Dominan di Polres Nganjuk
“Biasanya kami produksi 20 sampai 50 tasbih per hari, tapi sejak menjelang Ramadan bisa lebih dari 100 tasbih sehari,” ujar Facthur Rahman, Senin (10/3/2025).
Ia menambahkan, banyak pelanggan membeli tasbih untuk parcel Ramadan dan hadiah Lebaran. Tasbih buatannya tidak hanya diminati di pasar lokal, tetapi juga telah menembus pasar internasional, seperti Amerika dan Arab Saudi.
Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung ukuran dan jenis kayu yang digunakan.
Karimatul Maslahah, salah satu pembeli, mengaku sengaja memilih tasbih kayu cendana karena aromanya yang khas dan nyaman digunakan saat berzikir. “Wanginya alami dan menenangkan. Cocok untuk hadiah maupun koleksi pribadi,” katanya.
Baca Juga :Wujudkan Good Governance, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati: Hindari Praktik Korupsi
Dengan meningkatnya permintaan selama Ramadan, Facthur Rahman mampu meraup omzet hingga Rp50 juta per bulan. Ia pun berharap usahanya terus berkembang dan produknya semakin dikenal luas, baik di dalam negeri maupun mancanegara.



















