Delapan Bulan Terakhir, Dinkes Kabupaten Tulungagung Kirim 577 ODGJ ke RSJ Lawang

Delapan Bulan Terakhir, Dinkes Kabupaten Tulungagung Kirim 577 ODGJ ke RSJ Lawang
Sejumlah ODGJ asal Tulungagung yang tengah dikumpulkan di Kantor Dinkes Tulungagung saat akan dikirim ke RSJ Lawang (isal/sejahtera.co)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Selama delapan bulan terakhir, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung sudah mengirim ratusan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Tulungagung untuk berobat ke RSJ Lawang Kabupaten Malang.

Sepulang dari RSJ Lawang, mayoritas ODGJ tersebut mulai membaik dan bisa beraktivitas secara normal.

Subkoordinator Kesehatan Jiwa, Dinkes Kabupaten Tulungagung, Heru Santoso mengatakan, program kerjasama antara Dinkes Tulungagung dengan RSJ Lawang sudah dimulai sejak 4 Juni 2024 sampai sekarang.

Read More

Sejak saat itu, pihaknya sudah 22 kali mengirim ODGJ asal Tulungagung untuk berobat ke RSJ Lawang.

Baca Juga :Sepanjang 2024, 500 Ribu Batang Rokok Ilegal Diamankan, Nilainya Diperkirakan Capai Rp 13 M

Sesuai data miliknya, pada tahun 2025 terhitung mulai bulan Januari hingga Februari 2025, terdapat sekitar 200-an ODGJ asal Tulungagung yang dikirim ke RSJ Lawang.

“Setidaknya ada sekitar 577an ODGJ yang sudah kami kirim ke RSJ Lawang,” kata Heru Santoso, Rabu (5/3/2025).

Ratusan ODGJ yang sudah kembali usai menjalani perawatan itu kondisinya sudah bagus dan terkendali, berdasarkan hasil dari status psikometri mereka. Kondisi ODGJ tersebut sudah cukup stabil untuk bisa kembali berbaur dengan masyarakat.

Namun agar kondisi psikologi ODGJ tersebut bisa pulih secara 100 persen, ODGJ tersebut masih harus menjalani pendampingan oleh masing-masing puskesmas setempat.

Selain itu, juga perlu support dari keluarga untuk rutin kontrol dan memastikan agar rutin mengonsumsi obat-obatan sesuai anjuran.

Baca Juga :Mahasiswa STIT-UW Jombang Diwajibkan Menulis Al-Qur’an 30 Juz dengan Tangan

“Dengan begitu, kondisi kejiwaan mereka secara perlahan bisa pulih layaknya orang normal. Namun jika pendampingan maupun kontrolnya terkendala, kondisi kejiwaan mereka pasti akan kembali bermasalah lagi,” ungkapnya.

Sejauh ini, Heru menyebut, total ODGJ yang ada di Kabupaten Tulungagung menyentuh angka sekitar 2.116 ODGJ, dimana mereka menyandang status ODGJ berat atau ODGJ yang sulit dikendalikan.

Penanganan ODGJ ini tidak bisa dilakukan tanpa dukungan keluarga pasien ODGJ agar mereka rutin mendapat pendampingan kesehatan.

Menurut Heru, hal ini terbukti dari adanya ODGJ yang harus kembali lagi menjalani perawatan di RSJ Lawang, meski sebelumnya sudah dikirim ke sana dengan hasil kondisi kejiwaan yang dinyatakan normal usai kembali.

Dengan begitu, pihaknya akan terus melakukan monitoring agar kondisi kejiwaan mereka tetap stabil.

Baca Juga :Dampak Efisiensi Anggaran, Pemkot Batu Tunggu Instruksi Kepastian THR

“Kalau ingin dinyatakan sembuh total, pendampingan kejiwaan dari pasien ODGJ ini harus dilakukan secara rutin. Begitu pun resep obat yang diberikan juga harus terus dikonsumsi oleh pasien. Hal-hal seperti ini tentunya perlu support dari pihak keluarga jika ingin anggota keluarganya sembuh,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *