Kediri, SEJAHTERA.CO – Sebanyak 32 SD negeri Kabupaten Kediri tahun 2025 ini sedang dilakukan rehabilitasi. Rehab SD negeri ini menggunakan anggaran dari pemerintah pusat bersumber dari APBN.
Adapun jumlah anggaran yang untuk rehab ini total jumlah Rp27,277 miliar. Untuk masing-masing SD beda jumlah anggarannya mulai Rp 200 juta, Rp500 juta hingga Rp1, 6 miliar.
Itu karena tergantung tingkat kerusakam sarpras sekolah dan usulan dari pihak sekolah yang disampaikan melalui Dapodik.
Anang Tri Asmono Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri menyampaikan, tahun 2025 ini Disdik Kabupaten Kediri mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa program revitalisasi satuan Pendidikan yang bersumber dari APBN.
Baca Juga :Ditinggal Cuci Baju, Balita Tewas Kesetrum usai Buka Pintu Gardu PLN
Untuk tahapan usulannya bulan Juli kemudian Agustus anggaran mulai tersalurkan dan saat ini capaian rehap dan pembangunan mencapai 50 persen.
“Untuk jumlah anggaran rehab tersebut digunakan untuk bangun ruang kelas baru, gedung perpustakaan, rehab ruang guru, rehab ruang kepala sekolah, rehab ruang kelas, ruang UKS dan rehab toilet,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).
Ditambahkan Anang, sebelumnya pihak Dinas Pendidikan melakukan pemetaan lembaga mana saja yang sarprasnya membutuhkan rehab atau pembangunan dan sebelum 31 Maret harus meng-update data sarpras yang ada dan diusulkan ke kementerian.
Penentuan lembaga mana saja yang mendapatkan pembangunan yang memutuskan dari kementerian berdasarkan data dari kementerian.
Baca Juga :Sidang Korupsi Dam Kali Bentak Berlanjut, Terungkap Peran Bupati dan TP2ID
“Adanya rehab dan pembangunan SD ini untuk peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Kabupaten Kediri. Ini untuk layanan pendidikan berupa lengkapnya sarpras yang ada demi pemajuan pendidikan Kabupaten Kediri,” katanya.
“Di sisi lainya untuk keselamatan dan kenyamanan siswa dan guru untuk kegiatan belajar dan mengajar (KBM) yang berkelanjutan,” sambungnya.



















