Diduga Depresi, Warga Garum Blitar Tabrakkan Diri ke KA

Diduga Depresi, Warga Garum Blitar Tabrakkan Diri ke KA
Petugas saat mengevakuasi jenazah AY usai tertabrak kereta api.(sejahtera.co)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Diduga depresi, warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar menabrakkan diri ke Kereta Api (KA). Tampak di bantalan rel  kereta api yang melintang di kelurahan itu, terdapat tubuh manusia yang sudah hancur.

Baca Juga :Curi Ayam Jago Warga Tulungagung, Lelaki Asal Trenggalek Babak Belur

Informasi yang berhasil dihimpun Koran Memo menyebutkan, tubuh manusia ditemukan Sabtu (28/6/2025) malam sekitar pukul 21.00. Lokasi kejadian masuk Kelurahan Bence, Kecamatan Garum tepatnya di Lingkungan Bence,  RT 02 RW  03.

Read More

Belakangan diketahui jika tubuh itu adalah AY (30) warga setempat. Korban selama ini mengeluh depresi usai mengalami kecelakaan hingga  mengganggu aktivitasnya sehari-hari.

“Kami menduga korban depresi usai mengalami kecelakaan tubuhnya tak bisa pulih total. Dalam ponselnya juga ada pesan  untuk bapaknya minder  dan nekat mengakhiri hidupnya,” kata Kepala Seksi Humas Polres Blitar Ipda Putut Siswahyudi,, Minggu (29/6/2025).

Dia mengatakan, polisi menerima laporan dari Jayanto  saksi yang juga Polsuska.  Saat itu dirinya mendapat informasi dari masinis KA  Malioboro No Loko CC 2040304 rute Malang Jogjakarta baru saja ada warga yang tertabrak kereta. Saat itu juga menelusuri rel.

Baca Juga :Jasad Bayi di Sungai Brantas Tulungagung Diautopsi, Diduga Sengaja Dibuang Setelah Dilahirkan

Dan benar ketika dicek ditemukan tubuh manusia yang sudah hancur. Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Garum. Polisi  dan petugas medis segera mengevakuasi jenazah dan dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

Dari hasil pendalaman dari keluarga, diketahui  korban sedang depresi karena baru kecelakaan dan tidak bisa pulih secara total/cacat permanen. Selain itu selalu mengeluh sudah tidak kuat lagi untuk hidup.

Ketika  pengecekan  ponsel  milik korban didapati korban telah berpamitan kepada ayahnya yang sedang di Jakarta untuk minta maaf sudah tidak bisa apa apa atau minder serta mengakhiri hidupnya

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *