Dilempar Kayu Berpaku oleh Oknum Guru, Pelajar MTs Tewas dengan Luka di Kepala

Dilempar Kayu Berpaku oleh Oknum Guru, Pelajar MTs Tewas dengan Luka di Kepala
Kasi humas polres blitar kota Iptu Samsul Anwar.(Aziz/sejahtera.co)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Kekerasan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Blitar. Pelajar MTs tewas usai dilempar kayu berpaku dan menancap di kepala.

Baca Juga :Penyambutan Pataka dan Lambang Hari Jadi Provinsi Jawa Timur Dipersiapkan

Informasi yang berhasil dihimpun kejadian sekitar seminggu lebih. Hanya saja baru tercium warga beberapa hari lalu. Polisi pun akhirnya bergerak dengan meminta keterangan sejumlah saksi. Mulai pengurus sekolah, oknum guru hingga keluarga korban. Termasuk rumah sakit yang menangani.

Read More

“Sudah kami periksa semuanya. Sekarang kami masih menunggu laporan resmi dari keluarga korban,” kata Kepala Seksi Humas Polres Blitar Kota Iptu Samsul Anwar, Jumat (27/9/2024).

Baca Juga :Rumah di Jombang Dibakar Akibat Perebutan Warisan, Pelaku Warga Malang Ditahan

Dia mengatakan, pelajar yang menjadi korban dugaan kekerasan itu adalah K (14) warga Desa Dadaplangu, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Sementara oknum guru adalah U, yang sehari-hari mengajar di MTs swasta plus di Desa Bacem, Kecamatan Ponggok. MTs ini adalah sekolah favorit yang dikelola oleh sebuah yayasan.

“Kejadiannya di lingkup sekolah pada pagi hari,” katanya.

Baca Juga :Bayi Tas Kresek Dibuang di Pekarangan Warga Blitar Sudah Meninggal, Ada Luka Bekas Kuku

Dia mengatakan, dugaan penganiayaan itu berawal pada ketika oknum guru mendapati korban yang masih nongkrong saat masuk waktu Salat Dhuha. Bersama beberapa teman lainnya, murid tersebut bermain badminton dan beraktivitas lainnya.

Awalnya, oknum guru tersebut meminta siswa mereka beranjak tetapi tak direspons. Karena emosi, oknum guru tersebut spontan melempar kayu dan mengenai kepala korban. Fatalnya kayunya ada paku.

Baca Juga :Masa Kampanye, Ratusan Baliho Petahana di Kabupaten Blitar Mulai Diturunkan

“Paku di kayu menancap di bagian kepala belakang dan membuat tak sadar diri. Ngomongnya si guru tak sengaja,” katanya.

Mendapati korban tak bergerak, sejumlah siswa lain panik. Oleh guru dan pengurus sekolah membawa siswa it ke RSUD Srengat, Kabupaten Blitar.

Tetapi karena luka terlalu parah, tidak bisa ditangani dan harus dirujuk ke RSUD di Kabupaten Kediri. Sayangnya, nyawanya pelajar Mts itu sudah tak tertolong. “Sudah meninggal dan dimakamkan,” katanya.

Baca Juga :Setubuhi Gadis Bawah Umur, Warga Ngronggot Menginap di Polres Nganjuk

Sementara itu, penelusuran koran ini korban selama ini tinggal bersama neneknya. Sementara orang tuanya berpisah. Si ibu juga menjadi tenaga kerja di luar negeri. Begitu juga sang ayah.

Sang nenek sempat tak mempermasalahkan, tetapi bapak dan ibunya akhirnya kaget mengetahui anaknya ada dugaan kekerasan di sekolah.

Baca Juga :Kawanan Begal Gasak Dua Gelang Nenek Giripurno Kota Batu, Begini Kejadiannya

Kembali ke pernyataan Samsul, saat ini polisi terus bergerak. “Kabar selanjutnya kami informasikan secepatnya. Yang jelas polisi sudah turun tangan,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *