Dinas PUPR Kabupaten Kediri Optimalkan Normalisasi Sungai di Wilayah Barat

Dinas PUPR Kabupaten Kediri Optimalkan Normalisasi Sungai di Wilayah Barat
Alat berat Dinas PUPR Kabupaten Kediri saat bersihkan sampah di sungai di wilayah barat sungai. (istimewa)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Terjadinya luapan air yang berakibat banjir disebabkan pendangkalan dan menyempitnya badan sungai di wilayah barat sungai.

Baca Juga :Lokasi Judi Sabung Ayam di Jatikalen Diobrak-abrik Polisi, ini Barang yang Disita!

Untuk itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri di tahun 2025 ini akan normalisasi sungai di wilayah barat sungai Kabupaten Kediri.

Read More

Irwan Chandra Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri melalui Andri Eko Prasetyo Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Sumber Daya Air (SDA) menjelaskan, sedimentasi di aliran sungai sifatnya cepat sekali. Jika tidak segera dinormalisasi terjadi luapan air dan mengancam tanggul sungai

Baca Juga :Kecanduan Karaoke, Residivis Curanmor Kembali Berulah, Diringkus Satreskrim Polres Ponorogo

“jika tidak segera dinormalisasi air bisa meluap dan menggerus tanggul sungai. Untuk normalisasi awal ada di sungai di wilayah Maron. Selanjutnya di lokasi lainnya di barat sungai,” ujarnya, Senin (20/1/2025).

Ditambahkan Andri, normalisasi sungai lebih sering di barat sungai karena di wilayah tersebut sering terjadi kebencanaan berupa luapan air. Hingga berakibat banjir yang menggenangi areal persawahan dan pemukiman warga. Langkah paling tepat normalisasi sungai karena sedimentasi yang tebal.

Baca Juga :Selama 2024, Ratusan Bencana Melanda Ponorogo, ini Wilayah yang Paling Banyak Terdampak

“Sedimentasi bisa tebal dan segera kita angkat volumenya. Kita juga bersihkan dam dari sumbatan sampah besar. Pengendapan sedimen dari alur sungai tersebut yang memang volume air yang tinggi dan adanya sampah saat musim hujan,” imbuhnya.

Sedangkan untuk plengsengan ambrol di Sungai Paron Ngasem barat SLG saat ini dalam proses pengerjaan. Akhir bulan ini selesai pengerjaan. Di sekitar sungai tersebut juga dilakukan normalisasi agar air bisa mengalir lancar.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *