Blitar, SEJAHTERA.CO – Jelang tutup tahun, Pemkot Blitar mulai pasang mata. Sejumlah proyek strategis menjadi atensi.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Blitar Erna Santi, pada 2024 ini ada sejumlah proyek yang anggarannya mencapai miliaran rupiah.
Proyek-proyek tersebut menggunakan anggaran dari Kota Blitar, ada pula dari pemerintah pusat.
“Ada dua sumber anggaran. Di antaranya, dari APBD Kota Blitar Tahun 2024 dan kedua dari P-APBD Kota Blitar Tahun 2024. Nah, semua pekerjaan fisik harus selesai sebelum akhir tahun 2024,” kata Erna Santi, Minggu (17/11/2024).
Baca Juga :Puluhan Kendaraan Terjaring Razia di Kota Kediri, Dua Bus Sempat Kabur Berhasil Dihentikan
Dia mengatakan untuk proyek dengan status pekerjaan fisik sumber anggaran dari APBD memang masih dikerjakan sampai saat ini. Utamanya proyek-proyek besar yang pengerjaannya minimal enam bulan.
Sementara untuk proyek yang anggarannya pada perubahan APBD tahun 2024 baru ditetapkan Oktober. “Progres masing-masing berbeda-beda. Tetapi yang jelas Desember harus segera selesai,” katanya.
Perempuan berhijab ini menambahkan, untuk pekerjaan fisik yang pengadaan langsung rata rata sudah 85 persen hampir selesai atau rampung. Seperti proyek yang anggarannya di bawah Rp 200 juta.
Baca Juga :Satresnarkoba Polres Jombang Tangkap Dua Pengedar Sabu, Amankan 51 Paket Siap Edar
Sementara, untuk pekerjaan fisik yang melalui proses tender atau di atas Rp 200 juta masih dalam proses. Sesuai hasil cek di lapangan, memang ada beberapa proyek yang belum tuntas.
Pihaknya meminta kepada pihak ketiga agar mempercepat proses pengerjaan dengan menambah jam kerja dan jumlah pekerja. Selain itu, stok material terutama material pabrikan menjadi kendala.
“Jadi memang ada beberapa yang mengalami keterlambatan dikarenakan stok material pabrikan itu tidak ada. Barangnya harus pesan dulu dan menunggu,” ujarnya.
Di antara proyek strategis yang dibangun pada 2024 ini di antaranya rehab pasar ikan hias, Pembangunan Kantor Kelurahan Bendogerit, Kantor Kelurahan Blitar dan lain sebagainya.
Untuk pembangunan kantor kelurahan, optimistis kelar sesuai waktu. Karena pelaksana terus mengebut pengerjaan. Sementara untuk pengerjaan trotoar di Jalan Mastrip juga terus dikebut.



















