Jombang, SEJAHTERA.CO – Musim hujan yang melanda membuat para petani sayur hidroponik di Dusun Plosokendal, Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang, merasa gelisah.
Ini setelah aneka tanaman hidroponik mereka diserang oleh hama seperti belalang, ulat, dan kumbang. Akibatnya, omzet petani turun hingga 20 persen.
Salah satunya dialami Muhammad Rokhim, seorang petani aneka sayuran hidroponik,Minggu (18/2/2024).
Ia menuturkan jika pada musim hujan, tanaman miliknya banyak diserang hama. Tidak hanya sawi dia juga menanam kangkung serta selada.
“Dua tahun lalu saya mulai beralih usaha dengan menanam sayuran hidroponik. Namun, musim hujan ini, tanaman saya diserang hama,” ujar Rokhim.
Serangan tidak merusak tanaman miliknya. Namun, serangan tersebut membuat omzetnya menurun hingga 20 persen. Untuk mengatasi serangan hama, Rokhim rutin melakukan perawatan penyemprotan agar hama
“Omzet perbulan biasanya mencapai Rp 4 juta, namun akibat serangan hama musim hujan ini, omzet menurun,” tambahnya.
Diakuinya, permintaan untuk tanaman sayur hidroponiknya cukup tinggi. Tanaman sawi hidroponiknya dipanen setiap minggu hingga dua kali dan dikirim ke sejumlah supermarket di Jawa Timur, termasuk Mojokerto dan Surabaya.
“Para petani hidroponik berharap agar serangan hama dapat diatasi agar kembali normal dan omzet meningkat seperti biasa,” pungkasnya.
Reporter : Taufiqur Rachman / Agung Pamungkas



















