Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Trenggalek.
Baca Juga :Diskusi Publik Akademisi Kota Madiun, Paslon “Bonus” Berikan Apresiasi Tinggi
Bantuan air bersih lewat program ‘Tegalboto Memanggil 3’ itu diberikan untuk membantu warga yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang.
“InsyaAllah, kita ikut berkontribusi untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Trenggalek, berkolaborasi dengan teman-teman KAUJE Korda Trenggalek,” kata Wakil Koordinator Tegalboto Memanggil 3, Sholeh Masyhoedi, Jumat (1/11/2024).
Bakti sosial air bersih itu akan dilaksanakan pada 3 November 2024. Dalam kegiatan itu, mereka akan mengirimkan sebanyak 24 tangki air bersih di sejumlah wilayah terdampak kekeringan.
Baca Juga :Satresnarkoba Polres Nganjuk Tangkap Pria Kediri Terduga Pengedar Narkoba, ini Kata Kapolres
Dia berharap, bantuan itu dapat membantu menanggulangi krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Trenggalek.
“Semoga bakti sosial ini bermanfaat dan membawa berkah bagi masyarakat yang terdampak kekeringan,” imbuhnya.
Ketua KAUJE Korda Trenggalek, Mugo Utomo merinci, sasaran kegiatan bakti sosial tahap pertama itu akan dilaksanakan di Desa Gador dan Sumberejo Kecamatan Durenan.
Baca Juga :Polres Nganjuk Capai Peringkat 3 Tingkat Polda Jatim dalam Operasi Zebra Semeru 2024
Untuk sasarannya adalah di RT 19, 20, 18, 21 dan 18 Desa Gador serta di RT 13,03, 07,08,09 Desa Sumberejo.
“Untuk pelaksanaan hari Minggu, 3 November 2024,” kata Utomo menambahkan.
Dia menyebut, lokasi itu dipilih karena menjadi salah satu wilayah terdampak kekeringan cukup parah. Misalnya di Desa Sumberejo.
Sekitar 1.858 jiwa dari 664 kepala keluarga terdampak kekeringan. Sebelumnya wilayah itu telah digelontorkan 12 ribu liter air bersih dari BPBD Jatim, selain distribusi dari pemda setempat.
“Bantuan air bersih dari KAUJE ini dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat yang terdampak kekeringan, semoga bisa membantu meringankan,” tambahnya.
Secara umum, jumlah kekeringan di Bumi Menak Sopal, sebutan lain Kabupaten Trenggalek mencapai 72 desa dari 14 Kecamatan. Data itu dihimpun dari BPBD Trenggalek.
Sementara merujuk data BPBD Jatim, ada sebanyak 27 dari 38 Kabupaten/Kota di Jatim yang telah menetapkan status siaga darurat kekeringan.
Baca Juga :Ribuan Relawan di Kabupaten Madiun Siap Menangkan Paslon Kaji Mbing-Sandhi
“Kabupaten Trenggalek salah satunya yang sudah mengeluarkan siaga dalam bencana kekeringan Kabupaten Trenggalek,” kata Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto di Trenggalek.



















