Empat SD Negeri Nihil Murid Baru, DPRD Ponorogo Panggil Dinas Pendidikan

Empat SD Negeri Nihil Murid Baru, DPRD Ponorogo Panggil Dinas Pendidikan
Ketua Komisi D DPRD Ponorogo Riyanto

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Komisi D DPRD Ponorogo menyoroti masih adanya sekolah dasar negeri yang kesulitan mendapatkan peserta didik baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Bahkan, empat SD Negeri di wilayah Kabupaten Ponorogo tercatat sama sekali tidak memperoleh siswa baru.

Empat sekolah tersebut masing-masing SDN Nailan, SDN Setono, SDN 3 Pomahan, dan SDN 4 Tempuran.

Read More

Ketua Komisi D DPRD Ponorogo Riyanto mengatakan persoalan minimnya siswa baru bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, fenomena itu hampir selalu muncul setiap tahun dan mayoritas dialami sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggiran.

“Kami akan memanggil Dinas Pendidikan untuk rapat dengar pendapat sekaligus melakukan evaluasi. Persoalan ini harus dicarikan solusi bersama agar tidak terus berulang,” ungkap Riyanto, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga :Kasus Dugaan Korupsi Griya Dalem Kanjengan, Penyidik Kejari Tulungagung Kembali Lakukan Penggeledahan

Menurut dia, sekolah tidak cukup hanya mengandalkan status sebagai sekolah negeri. Masing-masing satuan pendidikan harus memiliki program unggulan yang mampu menarik minat masyarakat, baik melalui prestasi akademik maupun kegiatan pengembangan karakter.

“Harus ada inovasi. Prestasi sekolah perlu ditingkatkan, bisa melalui kegiatan ekstrakurikuler, penguatan pendidikan agama, maupun program lain yang menjadi nilai lebih. Dengan begitu kepercayaan orang tua untuk menyekolahkan anaknya juga meningkat,” ujarnya.

Riyanto menilai rendahnya jumlah peserta didik dipengaruhi berbagai faktor. Selain angka kelahiran yang cenderung menurun akibat keberhasilan program keluarga berencana (KB), banyak orang tua kini memiliki lebih banyak pilihan sekolah, termasuk sekolah swasta berbasis pesantren yang menawarkan program keagamaan.

Baca Juga :Perkuat Sinergisitas Penegakan Hukum, Kapolres Batu Lakukan Silaturahmi ke Kejari Batu

“Faktornya bermacam-macam. Ada dampak program KB sehingga jumlah anak usia sekolah berkurang.

Di sisi lain, sekolah swasta juga semakin diminati karena memiliki program unggulan, bahkan ada yang sekaligus mondok. Itu membuat banyak SD swasta justru kelebihan siswa,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *