Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Menjelang perayaan hari natal dan tahun baru (Nataru), Polres Tulungagung menggelar Operasi Lilin Semeru 2024.
Baca Juga :Pengamanan Libur Nataru Kota Kediri Fokus pada Titik Keramaian dan Tempat Ibadah
Pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2024 ini dilakukan selama 12 hari, dimana ada lima aspek yang ditekankan pada operasi ini.
Kapolres Tulungagung, AKBP Mohammad Taat Resdi mengatakan, pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2024 ini dimulai pada Sabtu (21/12/2024) sampai dengan Kamis (2/1/2025) mendatang.
Pada operasi ini, pihaknya menerjunkan sejumlah 426 personil yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan instansi lainnya.
Pada pelaksanaan operasi ini, terdapat sedikitnya lima aspek penekanan yang dilakukan oleh petugas dalam pengamanan kegiatan masyarakat.
Terutama atas pelaksanaan ibadah selama natal dan tahun baru, serta pengamanan pada sejumlah sektor wisata terutama pada wisata pantai di Tulungagung.
“Kami pastikan agar pelaksanaan ibadah umat kristiani dan kegiatan wisata masyarakat dari Tulungagung maupun dari luar Tulungagung,” kata AKBP Mohammad Taat Resdi, Jumat (20/12/2024).
Terkait lima aspek yang dimaksud diantaranya seperti keamanan penyelenggaraan ibadah selama natal dan tahun baru yang biasa dilakukan umat kristiani.
Kedua yakni aspek lalu lintas, dimana sesuai amanat Kapolri, diprediksi nantinya akan ada peningkatan arus selama libur nataru mendatang.
Ketiga yakni terkait objek wisata yang tentunya akan menjadi sasaran wisatawan terutama pada Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menjadi primadona masyarakat untuk berwisata.
Keempat stabilitas harga pangan yang diprediksi juga akan meningkat menjelang Nataru, serta yang terakhir kamtibmas secara konvensional.
“Untuk Kamtibmas sendiri, yang kami antisipasi yakni bentrokan antar perguruan silat, sehingga tidak ada gangguan kamtibmas yang terjadi di Tulungagung,” ungkapnya.
Secara rinci, saat pengamanan kawasan wisata polisi berkoordinasi dengan masing-masing pengelola wisata terutama wisata pantai.
Baca Juga :Sales Makanan Asal Garut Inisial DV Sudah 6 Kali Cabuli Wanita Penyandang Disabilitas
Pengelola diminta untuk memasang papan peringatan serta menyediakan kawasan yang aman dan tidak aman bagi wisatawan saat di pantai.
Polisi juga sudah menyediakan dua pos pengamanan di kawasan wisata tepatnya satu titik di JLS dan satu titik lainnya di kawasan wisata Pantai Gemah.
Sedangkan untuk pos pelayanan ada tiga titik yakni di Gor Lembu Peteng, satu titik di Terminal Gayatri Tulungagung dan satu titik lainnya di Stasiun Tulungagung.
Baca Juga :Amankan Nataru 2025, Polres Blitar Kerahkan Ratusan Personel Turun ke Lapangan
“Pos pelayanan melayani kesehatan berupa pijit kursi, karena analisis korlantas Tulungagung titik lelah dari jalur selatan untuk itu ada pelayanan di lembu peteng ada Kopi, bengkel gratis dan makan gratis,” pungkasnya.
Sementara itu, Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno menambahkan, akan menerjunkan Dinkes, Dishub Satpol PP, Disbudpar utamanya untuk meningkatkan pengamanan tempat wisata.
Pasalnya, dari kejadian tahun kemarin, adanya lonjakan pengunjung wisata, sehingga rawan terjadinya insiden di lokasi wisata.
Baca Juga :Disparbud Kabupaten Kediri Pasang Akan Poster di Kawasan Wisata Pegunungan
Selain itu, pengamanan secara ketat pada kawasan wisata ini tidak lepas dari prediksi BNPB yang diperkirakan masih akan terjadi cuaca ekstrem, sehingga berbahaya bagi pengunjung pantai.
Akan tetapi, pihaknya mendapat informasi dari BNPB jika saat ini tengah dilakukan rekayasa cuaca agar intensitas hujan tidak terlalu tinggi.
“Meskipun begitu, dihimbau bagi masyarakat maupun pengunjung untuk berhati-hari saat berwisata, dan mematuhi himbauan dari pengelola wisata,” kata Heru Suseno.



















