Harga Beras Rp 13 Ribu Perkilogram di Trenggalek, Tertinggi di Karisidenan Kediri dan Masuk 10 Besar di Provinsi Jatim

Harga Beras Rp 13 Ribu Perkilogram di Trenggalek, Tertinggi di Karisidenan Kediri dan Masuk 10 Besar di Provinsi Jatim

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Harga beras di Kabupaten Trenggalek meroket. Kondisi itu diduga dipengaruhi akibat dampak fenomena El Nino yang membuat musim kemarau lebih panjang sehingga berdampak terhadap produksi beras.

Pasalnya banyak sumber pengairan mengering sehingga berdampak pada sektor pertanian.

Merujuk laman https://siskaperbapo.jatimprov.go.id/ harga beras di Kabupaten Trenggalek saat ini Rp 12.500 per-kilogram untuk kualitas medium. Harga itu turun Rp 500 per-kilogram jika dibandingkan dengan harga pada Selasa (3/10) yaitu Rp 13.000 per kilogramnya. Harga itu tercatat sangat tinggi.

Read More

“Harga itu merupakan harga paling tinggi jika dibandingkan harga normalnya,” kata Siti Muawanah, tengkulak beras asal Desa/Kecamatan Pogalan, Rabu (4/10).

Harga itu, kata Siti, terbilang tinggi karena harga beras umumnya yaitu kisaran Rp 9000 per kilogramnya. Dia menyebut kenaikan harga beras itu terasa sejak September. Dia beli gabah kering dari petani kisaran Rp 7.800 sampai Rp 8.000 per kilogramnya. Bahkan sebelumnya harganya jauh di bawah itu.

“Sebelum terjadi lonjakan saya beli Rp 5.500 per kilogram,” imbuhnya.

Dengan kondisi itu, dia mengaku kesulitan untuk mendapatkan gabah kering giling. Sebab, kata dia, stok milik petani saat ini juga menipis sehingga lebih cenderung di konsumsi pribadi atau dikomersialkan secara insidental. Karena sulitnya mencari gabah, dia harus mengatur stok beras di gudang agar tetap operasional.

“Saya tidak berani jual terlalu banyak karena punya tanggungan (menyuplai beras) ke pondok pesantren, 1 minggu butuh 7 kuintal,” ujarnya.

Perbandingannya, sebelumnya dia bisa membeli gabah kering dari petani sebanyak 1 ton. Namun dengan adanya harga yang melejit saat ini, dia hanya bisa membeli 1 kuintal. Kondisi itu membuatnya tak lagi bisa memenuhi permintaan toko yang sudah menjadi pelanggan sejak lama.

“Sekarang tidak berani karena tidak ada yang jual gabah. Kalau sudah ada yang mulai tanam padi, baru berani jual banyak,” jelasnya.

Dia menduga harga beras yang melejit itu dipengaruhi oleh musim kemarau panjang yang berpengaruh pada produktivitas pertanian.

Di wilayah Keresidenan Kediri, merujuk data yang sama, Trenggalek terbilang paling mahal. Perbandingannya, harga beras di Tulungagung yakni Rp 10.933 per kilogramnya, Kota Blitar Rp 11.272 per kilogram dan Kabupaten Blitar Rp 11.200 per kilogram.

Harga beras kualitas medium di Kota Kediri Rp 11.450 per kilogram, Kabupaten Kediri Rp 11.066 per kilogram dan Kabupaten Nganjuk Rp 11.866 per kilogram. Kondisi itu membuat Trenggalek masuk 10 besar harga beras tertinggi di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Musim sangat berpengaruh, sehingga tak sedikit petani yang beralih jenis tanaman dari padi ke palawija,” pungkasnya.(ase)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *