Madiun, SEJAHTERA.CO – Dalam beberapa hari harga cabai di Kota Madiun naik drastis, hal ini berdampak pada pedagang cabai di pasar yang mulai sepi karena imbas dari kenaikan cabai tersebut.
Pedagang cabai, Agung salah satu pedagang cabai di pasar besar Kota Madiun mengungkapkan sudah 3 hari ini harga cabai naik.
“Dari harga normal yang 30 sampai 40 ribu per kilo sekarang bisa tembus sampai 80 ribu per kilonya,” ujar pedagang wanita tersebut.
Dia memasok cabai kepada penjual sayur, penjual makanan, dan bahkan rumah tangga.
Agung mengaku dampak kenaikan harga lumayan terasa. “Biasanya kalau tidak ada lauk, pada suka sambal, dengan naiknya cabai orang-orang ya pada berpikir, naiknya saja hampir 100 persen,” tambahnya.
Ia berharap harga cabai turun di harga normal, sebab cabai menjadi bahan dasar sambal yang disukai banyak orang di Kota Madiun.
Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun, Anshar Rasidi mengatakan, sudah mengetahui akan kenaikan harga cabai ini.
“Kenaikan harga cabai ini diakibatkan oleh dampak kemarau panjang yang saat ini kami ketahui, sehingga panen cabai kurang maksimal dan berimbaslah pada kenaikan harga cabai,” ujar Anshar.
Lebih lanjut, ia masih terus memantau kenaikan harga cabai. Karena kenaikan akan berdampak sejalan dengan julukan Madiun sebagai Kota Pecel dengan bahan dasar cabai.
“Namun sebagian pedagang makanan sudah antisipasi dengan kenaikan harga ini, kalaupun ini akan berkelanjutan, nanti pemkot akan memberikan semacam subsidi agar semua bisa berjalan normal,” pungkasnya.
Reporter:Rio/Andik
Editor: Dhita Septiadarma



















