Blitar, SEJAHTERA.CO – Tim gabungan Kabupaten Blitar terus menyelidiki penyebab keracunan massal para kakek-nenek di Posyandu Lansia Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar beberapa waktu lalu.
Diduga penyebab petaka keracunan massal di Posyandu Lansia itu adalah air kolak mengandung bakteri coliform alias airnya tercemar.
Dugaan itu disampaikan Sub Koordinator Surveilanas dan Imunisasi Dinas Kesehatan atau Dinkes Kabupaten Blitar, Endro Pramono. Dia mengatakan pasca-kejadian pihaknya mengambil sejumlah sampel minuman.
Salah satunya dari air kacang hijau yang disajikan kepada para lansia. “Langsung kami uji sampel minuman. Ini untuk mengetahui dugaan penyebab keracunan,” katanya, Selasa (21/5/2025).
Dia mengatakan, uji sampel dilakukan dengan meneliti kandungan air. Air itu dites di laboratorium Kesehatan daerah di lingkup Dinkes Kabupaten Blitar. Untuk sementara hasilnya air kolak hijau diduga mengandung coliform.
Itu menjadi pemicu utama bakteri E-coli dan salmonella yang menjadi pemicu utama sakit perut dan mual-mual. Air itu diambil dari tandon milik pengusaha catering.
Nah, belum diketahui apa penyebab sehingga air tercemar. “Apakah dari kotoran hewan atau lainnya. Kami akan tes lanjutan dengan memeriksa sumber utama air,” jelasnya.
Dia menambahkan, selain Dinkes Kabupaten Blitar, uji laboratorium juga dilakukan di laboratorium di Surabaya. Itu untuk meneliti kacang hijau. Karena antara air dan kacang hijau berbeda asalnya.
Sampai saat ini hasil uji lab dari Surabaya belum terbit. Pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut.
Baca Juga :Kolaborasi Lintas Sektor Dibutuhkan Atasi Sampah di Pantai
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Momon Suwito Pratomo mengatakan, selain Pemkab Blitar, Polres Blitar juga sudah bergerak.
Yakni dengan meminta keterangan sedikitnya 20 saksi. Saksi itu berasal dari para korban atau lansia, pengusaha catering atau penyedia makanan minuman hingga panitia dari posyandu.
“Masih menunggu juga hasil laboratorium dari Polda Jawa Timur. Untuk saksi selain para lansia juga yang memasak kolak. Karena yang memasak juga ikut dirawat atau menjadi korban keracunan,” katanya.
Seperti diketahui, sedikitnya 57 para kakek nenek atau lanjut usia harus mendapatkan perawatan tim medis. Ini karena diduga keracunan usai minum menu kacang hijau yang disajikan pada agenda Posyandu Lansia di Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar.
Dari lansia yang mengeluh mual dan diare, sebanyak 19 lansia harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit hingga puskesmas.
Baca Juga :Lima Pantai Penuh Sampah, Ini Kata Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung
Informasi yang berhasil dihimpun Koran Memo menyebutkan, petaka berawal ketika para lansia mengikuti agenda Posyandu Lansia. Itu pada Sabtu pagi (10/5/2025) sekitar pukul 08.00. Yakni di RT 2 RW 1.
Agenda posyandu lansia itu digelar di salah satu rumah warga setempat. Awalnya, para lansia aman-aman saja. Sebelum menyantap kolak, para lansia menjalani senam bareng.
Ada pula pemeriksaan kesehatan mulai cek tekanan darah tinggi hingga pengukuran berat badan.
Selama berlangsung untuk para peserta lansia diberikan satu bungkus plastik kolak kacang ijo dan juga dua biji buah pisang yang disediakan oleh kader Posyandu Lansia.
Setelah mendapatkan satu bungkus plastik kolak kacang ijo dan juga dua biji buah pisang para peserta posyandu lansia tersebut ada yang langsung meminumnya dan ada juga yang membawa pulang ke rumah masing-masing.
Pada Minggu (11/5/2025). pukul 11.00 bidan desa Dusun Sidorejo Desa Sidomulyo mendapat informasi dari warga jika lansia yang mengalami lemas diare mencret dan muntah. Selanjutnya oleh bidan desa diarahkan ke Puskesmas Boro Selorejo Blitar untuk menjalani perawatan lebih lanjut
Akhirnya begitu mendapat laporan, perangkat dusun pun turun tangan. Nah, para lansia pun diboyong ke sejumlah fasilitas. Mulai puskesmas, RSUD Ngudi Waluyo hingga sejumlah klinik di wilayah Kecamatan Kesamben dan Selorejo.



















